Waspada! Kasus Kejahatan Siber Makin Bertambah Selama Pandemi - IDS Digital College

Waspada! Kasus Kejahatan Siber Makin Bertambah Selama Pandemi

Tingkat kejahatan siber semakin mengkhawatirkan, sebab kasusnya terus bertambah terutama selama pandemi berlangsung. Badan keamanan dunia maya Inggris mengungkapkan bahwa angka kejahatan semakin naik bila dibandingkan dengan gabungan tiga tahun sebelum pandemi. Kamu yang belajar di jurusan Sistem Informasi pasti paham bahwa cyber security menjadi sangat penting. Mengingat saat ini banyak orang semakin akrab dengan teknologi dan penggunaan internet. Simak artikel berikut agar lebih detail, ya. Peningkatan Kasus Kejahatan Siber Kejahatan siber atau cyber crime yang kasusnya semakin bertambah selama pandemi, mencakup peningkatan 15 kali lipat pesan berbahaya yang berkaitan dengan virus Corona (Covid-19) dan NHS, layanan kesehatan nasional Inggris. Bank dan lembaga lain pun juga mengalami peningkatan dalam kejahatan siber. Serangan Phising yang Melonjak Berdasarkan pernyataan dari National Cyber Security Center (NCSC), terjadi lonjakan jumlah serangan phishing yang menggunakan branding NHS untuk menipu korban. Ditambah, adanya peluncuran vaksin Covid-19 digunakan sebagai iming-iming menggunakan email atau pesan teks untuk mengambil informasi pribadi orang lain. Kamu yang memiliki pengetahuan dan belajar di jurusan Sistem Informasi mungkin dapat dengan mudah mengidentifikasi email berisi URL mencurigakan dan yang tidak. Namun, masyarakat yang belum teredukasi kemungkinan besar akan mudah tertipu dengan cara ini. Sekitar 43 aplikasi NHS Covid-19 palsu yang dihosting di luar toko aplikasi resmi juga ditemukan. "Peningkatan besar dalam penipuan terkait Covid-19, toko vaksin palsu, toko APD palsu, menunjukkan bahwa penjahat tidak memiliki batasan penyalahgunaan," kata Dr Ian Levy, direktur teknis NCSC, seperti dikutip dari laman Independent. Penipuan Pekerjaan Palsu Masalah lain yang disorot adalah penipuan dukungan, yang dimaksud adalah timbulnya dukungan palsu yang mengklaim selebriti seperti Sir Richard Branson dan Martin Lewis, juga memakai branding koran Inggris. Tidak hanya itu, bahkan orang-orang yang mencari pekerjaan juga diperingatkan untuk tetap waspada terkait penipuan pada pekerjaan. Hampir tiga dari empat pencari kerja, menjadi korban penipuan dan melamar pekerjaan palsu selama pandemi. Meski kejahatan siber tidak tampak secara fisik, bukan berarti berbahaya. Jika tingkat cyber security melemah, maka korban bisa mendapatkan kerugian mencakup kebocoran data pribadi, kerugian materi, dan sebagainya. Maka itu, cyber security menjadi penting dan patut mendapatkan perhatian serta awareness dari masyarakat. Kalau kamu termasuk salah satu yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal cyber security, bisa belajar di jurusan Teknik Informasi IDS Digital College. Ingin tau informasi lebih lanjut? Kunjungi website-nya, ya!

Tingkat kejahatan siber semakin mengkhawatirkan, sebab kasusnya terus bertambah terutama selama pandemi berlangsung. Badan keamanan dunia maya Inggris mengungkapkan bahwa angka kejahatan semakin naik bila dibandingkan dengan gabungan tiga tahun sebelum pandemi. Kamu yang belajar di jurusan Sistem Informasi pasti paham bahwa cyber security menjadi sangat penting. Mengingat saat ini banyak orang semakin akrab dengan teknologi dan penggunaan internet. Simak artikel berikut agar lebih detail, ya. 

Peningkatan Kasus Kejahatan Siber

Kejahatan siber atau cyber crime yang kasusnya semakin bertambah selama pandemi, mencakup peningkatan 15 kali lipat pesan berbahaya yang berkaitan dengan virus Corona (Covid-19) dan NHS, layanan kesehatan nasional Inggris. Bank dan lembaga lain pun juga mengalami peningkatan dalam kejahatan siber. 

Serangan Phising yang Melonjak

Berdasarkan pernyataan dari National Cyber Security Center (NCSC), terjadi lonjakan jumlah serangan phishing yang menggunakan branding NHS untuk menipu korban. Ditambah, adanya  peluncuran vaksin Covid-19 digunakan sebagai iming-iming menggunakan email atau pesan teks untuk mengambil informasi pribadi orang lain. 

Kamu yang memiliki pengetahuan dan belajar di jurusan Sistem Informasi mungkin dapat dengan mudah mengidentifikasi email berisi URL mencurigakan dan yang tidak. Namun, masyarakat yang belum teredukasi kemungkinan besar akan mudah tertipu dengan cara ini.  

Baca Juga: Serangan Siber Menggunakan AI Makin Mengancam

Sekitar 43 aplikasi NHS Covid-19 palsu yang dihosting di luar toko aplikasi resmi juga ditemukan. “Peningkatan besar dalam penipuan terkait Covid-19, toko vaksin palsu, toko APD palsu, menunjukkan bahwa penjahat tidak memiliki batasan penyalahgunaan,” kata Dr Ian Levy, direktur teknis NCSC, seperti dikutip dari laman Independent.

Penipuan Pekerjaan Palsu

Masalah lain yang disorot adalah penipuan dukungan, yang dimaksud adalah timbulnya dukungan palsu yang mengklaim selebriti seperti Sir Richard Branson dan Martin Lewis, juga memakai branding koran Inggris. 

Tidak hanya itu, bahkan orang-orang yang mencari pekerjaan juga diperingatkan untuk tetap waspada terkait penipuan pada pekerjaan. Hampir tiga dari empat pencari kerja, menjadi korban penipuan dan melamar pekerjaan palsu selama pandemi.

Meski kejahatan siber tidak tampak secara fisik, bukan berarti berbahaya. Jika tingkat cyber security melemah, maka korban bisa mendapatkan kerugian mencakup kebocoran data pribadi, kerugian materi, dan sebagainya. Maka itu, cyber security menjadi penting dan patut mendapatkan perhatian serta awareness dari masyarakat. Kalau kamu termasuk salah satu yang tertarik untuk mengetahui lebih dalam soal cyber security, bisa belajar di jurusan Teknik Informasi IDS Digital College. Ingin tau informasi lebih lanjut? Kunjungi website-nya, ya!

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat