3 Hal yang Gak Boleh Kamu Lupa Saat Pitching - IDS Digital College

3 Hal yang Gak Boleh Kamu Lupa Saat Pitching

Pitching adalah kemampuan yang penting untuk dimiliki setiap profesional. Tak peduli apakah kamu seorang karyawan, bos, atau pengusaha, kamu harus bisa melakukan pitching untuk mengajukan ide secara tajam dan efektif.

Tujuan pitching pun bisa bermacam-macam, mulai dari mencari partner, mencari investasi, atau mengusulkan proyek pada atasan. Yang jelas, pitching selalu merupakan pertaruhan besar.

Sebetulnya pitching bisa dipandang seperti sebuah pertarungan. Di satu sisi, kamu ingin menunjukkan bahwa idemu memiliki nilai tinggi, sementara di sisi satunya lawan bicaramu ingin menawar idemu lebih rendah.

Fokus dari pitching haruslah tentang menumbuhkan rasa hormat dan rasa percaya, supaya kedua pihak bisa menjalin kerja sama yang menguntungkan.

Pada masa-masa awal, pengusaha menghabiskan sebagian besar waktu untuk mematangkan ide dan membangun produk minimum yang layak (minimum viable product/MVP). Secara alami, mereka merasa harus mengenalkan hal itu kepada investor. Padahal, itu bukanlah langkah yang tepat.

Dalam proses pitching di hadapan investor, menjelaskan narasi tentang peluang bisnis jauh lebih penting. Itu bertujuan untuk meyakinkan investor terhadap bisnis yang akan Anda rintis dalam bentuk perusahaan rintisan (startup).

Tak hanya itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika Anda melakukan pitching supaya terhindar dari kegagalan. Melansir TechCrunch (15/4/2019), berikut ini adalah hal-hal yang harus Anda hindari saat pitching, menurut data DocSend, platform penyedia analitik untuk bisnis.

1. Jangan awali dengan pengenalan produk

Pitching yang gagal umumnya terjadi karena diawali dengan produk. Investor menghabiskan waktu 4 kali lipat pada slide produk di pitch deck yang gagal daripada yang dilakukan pada deck pitch yang sukses.

Bukan berarti itu hal baik. Menurut data yang dilansir dari TechCrunch (15/4/2019), investor mungkin menggali detail yang memetakan nilai produk Anda dengan kebutuhan pasar saat ini. Kemudian, mereka tak melihat adanya koneksi yang jelas antara kedua hal itu.?

Lagipula, investor bukanlah pelanggan yang masuk ke dalam segmentasi pasar dari produk. Menampilkan detail produk hanya akan membuat mereka bingung dan menimbulkan pertanyaan; mengapa ini penting untuk kami?

Yang ingin mereka ketahui adalah, akankah produk yang Anda rintis ini dapat menciptakan bisnis besar? Contohnya, seperti produk Go-Jek yang terus berkembang dari bentuk awalnya, dari layanan transportasi, hingga ke kebutuhan sehari-hari.

2. Tidak memulai pitching dengan ?mengapa??

Deck pitch yang sukses diawali dengan tujuan dari perusahaan, diikuti dengan alasan di balik pemilihan tim dan pendiri, serta alasan produk itu tepat untuk diluncurkan saat ini.

Investor menghabiskan rata-rata 27 detik untuk memahami makna ?mengapa sekarang? dan mengapa harus Anda? dalam sebuah pitching yang sukses. Namun, mereka akan menghabiskan rata-rata 62 detik untuk memahami hal itu di pitching yang gaga;.?

Dapat disimpulkan jika investor menghabiskan waktu lebih banyak untuk menilai tim Anda dan kapabilitasnya pada pitch deck yang gagal. Artinya mereka belum percaya atas penjelasan Anda mengenai tim dan tujuan dari startup Anda.

Seorang pengusaha harus fokus membuat penjelasan terhadap kata ?mengapa?? untuk membuat investor terheran, mengapa bisnis dengan ide sebagus itu. 

3. Tidak menceritakan alur

Pitch deck yang gagal diawali dengan produk, diikuti model bisnis, dan lanskap yang kompetitif. Dek yang berhasil juga memiliki itu, tetapi terdapat sebuah narasi yang variatif yang menarik intuisi dalam proses pitching yang berhasil.

Di dek yang gagal, investor menghabiskan waktu lebih banyak tergadap produk, tim, dan finansial. Dalam angka, rata-ratanya menginjak waktu enam menit, sedangkan pada dek yang berhasil, mereka hanya habiskan waktu dua menit.

Dek yang berhasil juga dikunjungi berulang-ulang. Ia dikunjungi 2,3 kali lebih banyak daripada dek yang gagal.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat