5 Rumor Tentang Industri Teknologi dan Startup Selama Tahun 2020, Udah Tahu? - IDS Digital College

5 Rumor Tentang Industri Teknologi dan Startup Selama Tahun 2020, Udah Tahu?

Tahun 2020 kemarin memang bukan tahun terbaik yang pernah ada. Dengan adanya pandemi yang menyerang hampir semua negara di dunia membuat sektor ekonomi dan industri melemah, termasuk di Indonesia. Hal ini  menyebabkan banyak rumor menarik yang beredar di industri teknologi dan startup selama tahun 2020 lalu.

 

Psst, apa aja rumor yang beredar di Industri Teknologi dan Startup tersebut. Cek list-nya di bawah ini ya!

 

1. Rumor Merger Ovo dan Dana

Isu tentang merger antara OVO dan Dana memang telah berhembus kencang sejak tahun 2019 lalu dan tidak berhenti hingga tahun 2021 ini. Namun nyatanya hingga saat ini belum ada kepastian tentang hal ini. Rumor ini beredar saat Lippo mundur dari saham kepemilikan OVO yang akhirnya dibantah oleh grup tersebut. Rumor ini kembali naik ke permukaan ketika ada kabar tentang investasi Group Alibaba ke Grab pada September 2020 kemarin.

 

2. Merger Gojek dan Grab

Rumor ini sudah terdengar sejak awal tahun 2020, sekitar bulan Februari dan berlanjut hingga bulan Desember kemarin. Rumor ini muncul dampak dari pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia, menyebabkan penurunan pendapatan yang dirasakan kedua belah pihak. Hal ini memunculkan rumor yang mengatakan bahwa stakeholder sekelas Softbank saja merestui jika terjadi merger antara Grab dan Gojek.

 

Banyak yang percaya bahwa merger ini mempunya tingkat kemungkinan yang cukup besar untuk terjadi di masa depan. Mengingat memo internal yang telah dikirimkan oleh CEO Grab yang tersebar hingga ke media. Jika memang benar, upaya merger ini akan ditinjau ulang secara ketat oleh aturan Undang-undang yang berlaku tentang persaingan usaha.

 

3. Merger Tokopedia dengan Bukalapak

Rumor merger memang banyak yang beredar di tahun 2020 kemarin. Setelah isu OVO dan dana, Gojek dan Grab, kini isu Tokopedia dan Bukalapak yang beredar. Rumor ini muncul di tahun September 2020 saat diumumkan kampanye kolaborasi keduanya untuk merayakan Hari Jadi Pelanggan. Meskipun begitu, kedua belah pihak mengatakan jika kolaborasi ini semata hanya untuk memperingati pelanggan e-commerce yang rutin berbelanja di platform masing-masing.

 

Memang pada Maret 2020 kemarin posisi Bukalapak cukup rentan karena strategi bisnis mereka di ranah B2B membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan keuntungan. Sedangkan Tokopedia sendiri saling merebut posisi sebagai pemimpin market, bersaing dengan Shopee hingga beberapa tahun ke depan.

 

4.Penerapan Biaya Transaksi e-wallet

Rumor ini beredar tentang Bank Indonesia yang kabarnya telah berbicara dengan perusahaan e-wallet seperti GoPay dan OVO untuk wacana penerapan tarif “standarisasi uang elektronik” ke publik. Jika memang benar terjadi, kemungkinan besar biaya transaksi akan dibebankan ke konsumen. Namun hingga saat ini belum ada realisasi dari wacana program ini.

 

5. Investasi Tesla di Indonesia

Oktober 2020 kemarin, Tesla dikabarkan akan membuka pabrik di Indonesia. Hal ini telah dibenarkan oleh Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang. Meskipun begitu proses diskusi antara Tesla dan pemerintah masih berlangsung. Jika ini memang benar terjadi, maka pembelian mobil elektrik di Indonesia juga akan mengalami perkembangan yang pesat. Padahal  kesepakatan yang diincar Tesla bukanlah manufaktur kendaraan mobil melainkan pembukaan pabrik baterai lithium di Indonesia. Sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari Tesla terkait rencana kerjasama ini.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat