Bahaya! Puluhan Smartphone Wartawan Berhasil Diretas Spyware Pegasus - IDS Digital College

Bahaya! Puluhan Smartphone Wartawan Berhasil Diretas Spyware Pegasus

Dilansir dari detikinet.com, ditemukan bukti bahwa puluhan smartphone milik wartawan berhasil diretas oleh spyware buatan NSO, yaitu Pegasus. Selama tahun 2020, 37 reporter asal London, Inggris, termasuk produser, hingga eksekutif dari kantor berita Al-Jazeera menjadi target dari spyware “zero click” dengan memanfaatkan celah keamanan di Apple iMessage pada iPhone mereka. Dinamakan zero click karena spyware ini bisa menyusup ke perangkat korban tanpa harus klik link apapun. 

 

Sebuah peneliti dari University of Toronto menemukan fakta saat mereka diminta untuk menyelidiki dugaan peretasan terhadap ponsel miliki jurnalis AL Jazeera bernama Tamer Almisshal, bahwa smartphone milik Tamer telah terinfeksi oleh Spyware Pegasus milik NSO asal Israel. 

 

Ponsel Tamer telah terhubung dengan server atau pusat kontrol dari Pegasus seja bulan Juli sampai Agustus tahun 2020 kemarin. Dari situ pula terungkap bahwa spyware itu memanfaatkan celah yang ada di iMessage. Lebih dari itu, Pegasus bisa diam-diam merekam memakai mikrofon dan panggilan telepon yang dilakukan di ponsel tersebut, memotret lewat kamera ponsel, mengakses password hingga memantau lokasi ponsel. 

 

Citizen Lab selaku peneliti menyebutkan jika kemungkinan peretasan dilakukan setidaknya oleh empat orang konsumen NSO, termasuk pemerintah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Terdapat dua bukti tentang dua konsumen NSO lainnya namun tidak disebutkan negara mana yang memasang peretasan itu. 

 

Kisah Lain dari Wartawan Al Araby 

 

Wartawan Al Araby yang berbasis di London juga memiliki kisah yang tak kalah mengerikan. Citizen Lab menemukan bahwa ponsel salah satu wartawan Al Araby, Dridi, diretas oleh pemerintah UAE. Dridi mengatakan kemungkinan besar ponselnya diretas karena ia berhubungan dengan salah satu orang penting di pemerintahan UAE. 

 

iPhone milik Dridi diretas sejak Oktober 2019 sampai Juli 2020. Dari ponsel itu ditemukan bukti adanya serangan zero-day, meskipun Dridi menggunakan iPhone dengan iOS versi terbaru. “Kehidupanku tak normal lagi. Saya merasa kalau saya tidak memiliki privasi lagi, menjadi jurnalis bukanlah sebuah kejahatan,” ungkapnya. 

 

Untuk celah yang terjadi di iMessage yang mengakibatkan iPhone para wartawan diretas ini, Apple mengaku belum memverifikasi sendiri laporan penyelidikan dari Citizen Lab tersebut. Namun celah yang dimaksud itu telah diperbaiki dan di tambal di iOS versi 14 yang keluar pada bulan September 2020 lalu. 

 

“Di Apple, tim kami bekerja tanpa henti untuk memperkuat keamanan data dan perangkat pengguna. iOS 14 punya peningkatan besar dalam hal keamanan dan mempunyai perlindungan baru untuk serangan semacam ini, “ jelas juru bicara dari Apple. 

 

“Serangan yang disebut dalam laporan itu adalah serangan yang ditargetkan dengan sangat spesifik oleh suatu negara. Kami selalu mengajak konsumen untuk mengunduh software versi terbaru untuk melindungi diri dan data mereka,” tambahnya. 

 

Dunia digital bukan hanya membawa manfaat bagi kita semua tetapi juga sisi gelap yang mengerikan. Kamu yang berminat untuk menekuni bidang cyber security bisa ambil jurusan Teknik Informatika di IDS DIgital Collage!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat