Berikut Beberapa Startup Besar yang Terpaksa PHK Karyawan karena Pandemi - IDS Digital College

Berikut Beberapa Startup Besar yang Terpaksa PHK Karyawan karena Pandemi

Masa pandemi yang belum tentu kapan selesainya ini memang membuat ekonomi kita menjadi naik turun. Hampir semua sektor industri perekonomian di sini mengalami surutnya perekonomian selama masa pandemi. Terlebih lagi usaha kecil dan startup yang masih berkembang, banyak yang terpaksa menutup usahanya hingga PHK ribuan karyawan.

 

Kesulitan menggaji karyawan karena keuntungan yang diraup mengalami defisit membuat beberapa perusahaan startup besar yang terpaksa melakukan PHK karyawan. Apa sajakah itu?

 

 

1. Grab PHK 360 Karyawan di Asia Tenggara

 

Salah satu perusahaan startup internasional yang berbasis di Singapura ini telah melebarkan sayapnya di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tetapi itu tidak menjanjikan bahwa mereka akan tetap bertahan meskipun pandemi menyerang. Grab juga merasakan kesulitan selama pandemi yang membuat Grab terpaksa melakukan PHK pada 360 karyawan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Tidak hanya itu, Grab juga melakukan pemotongan gaji untuk manajemen senior.

 

 

2. Gojek PHK 430 Karyawan

 

Meskipun mendapat gelar unicorn, Gojek ternyata juga tidak bisa bertahan selama masa pandemi. Startup kebanggan Indonesia ini mengalami penurunan jumlah transaksi karena masyarakat yang berusaha menghindari fisik dengan orang lain terutama orang asing. Hal inilah yang membuat Gojek terpaksa melakukan PHK kepada 430 karyawannya dan menghentikan beberapa fitur yang kurang banyak peminatnya seperti GoClean, GoMassage, dan GoFood Festival.

 

 

3. OYO PHK 5,000 Karyawan di Berbagai Negara

 

OYO yang berasal dari India ini telah membuka cabang di berbagai negara, termasuk Indonesia. Bisnis perhotelan dengan model hostel ini mengalami dampak yang masif selama masa pandemi. OYO terpaksa melakukan PHK kepada 5.000 karyawannya di sejumlah negara dari 30.000 karyawan yang ada. Berarti sekitar 16.7% karyawan yang terkena PHK akibat pandemi ini.

 

 

4. Traveloka PHK 100 Karyawan

 

 

Masa pandemi ini memang sangat berdampak ke bisnis travel, bagaimana tidak larangan travel dibuat hampir di semua negara, hampir semua bisnis travel dan perhotelan hampir mati karena pandemi ini. Saat ini memang sudah memasuki masa new normal tetapi karena virus COVID19 in belum seluruhnya hilang, maka masih akan sulit untuk sektor pariwisata kembali normal seperti sedia kala. Akhirnya Traveloka terpaksa melakukan PHK kepada 100 karyawannya.

5. Airbnb PHK 1.900 Karyawan

 

Salah satu perusahaan startup hotel online lainnya, melakukan PHK pada 1.900 karyawan yaitu setara 25% dari total 7.500 karyawannya. Sama seperti Traveloka, kebijakan lockdown dan larangan bepergian membuat Airbnb mengalami penurunan penghasilan yang drastis. Bahkan perusahaan memprediksi pendapatan tahun ini berkurang separuh dari pendapatan tahun lalu yang berada di atas Rp 14 triliun.

 

 

 

Sama seperti Gojek dan Grab, Uber Technologies juga mengalami defisit sehingga membuat Uber terpaksa melakukan PHK 3.700 karyawan tetapnya. Kesulitan pandemi ini bahkan membuat Bos Uber memilih untuk tidak menerima gajinya hingga akhir 2020. Uber berencana akan menyesuaikan struktur biaya dengan kondisi bisnis saat ini.

 

Memang masa pandemi ini menyulitkan banyak pihak terutama di bisnis transportasi baik itu darat, laut dan penerbangan. Bisnis pariwisata juga mengalami banyak kerugian sehingga terpaksa melakukan PHK kepada banyak karyawannya. Semoga pandemi ini segera berakhir ya!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat