Bisakah Perusahan Teknologi Membantu Mencegah Perubahan Iklim? - IDS Digital College

Bisakah Perusahan Teknologi Membantu Mencegah Perubahan Iklim?

Manusia sesungguhnya seperti dua sisi mata koin, di satu sisi manusia berhasil untuk menemukan dan terus mengembangkan teknologi yang membantu kehidupannya di bumi. Namun disisi lain, ternyata kita lebih banyak melakukan kerusakan daripada kebaikan untuk kelangsungan hidup planet ini. Dalam sebuah laporan baru-baru ini oleh World Wildlife Fund mengungkapkan bahwa hanya dibutuhkan dua generasi umat manusia untuk membunuh lebih dari setengah satwa liar dunia, termasuk kerusakan terumbu karang dan hutan hujan. Sebuah studi baru PBB menyimpulkan bahwa alam secara keseluruhan berada di tengah-tengah penurunan yang "belum pernah terjadi sebelumnya". Beberapa fakta penting yang perlu kamu tahu tentang kondisi bumi saat ini, yaitu: Saat ini di Inggris gelombang panas 30 persen lebih mungkin terjadi karena perubahan iklim. Kebakaran hutan di California telah menyebar lima kali lipat sejak 1972. Kota-kota tenggelam pada tingkat yang mengkhawatirkan karena naiknya permukaan laut dan penurunan tanah yang mengering. Ada lebih banyak karbon dioksida di atmosfer daripada sebelumnya dalam sejarah manusia. Jumlah banjir dan hujan lebat di seluruh dunia telah meningkat empat kali lipat sejak 1980 dan dua kali lipat sejak 2004. Kabar baiknya adalah saat ini mulai banyak solusi teknologi yang mengesankan untuk membantu memerangi masalah ini, dan berikut adalah beberapa teknologi yang dapat kita manfaatkan untuk menghindari bencana iklim. Kecerdasan buatan Dalam kehidupan sehari-hari saat ini, kamu tentunya sudah tak asing dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Teknologi ini dapat membantu memerangi bencana alam berikutnya dengan meningkatkan prediksi berapa banyak listrik yang kita butuhkan, menemukan material baru, mengoptimalkan rantai pasokan, dan memungkinkan pertanian presisi dalam skala besar. Mungkin terdengar sedikit berlebihan, tetapi AI dapat memberikan dampak hanya dengan mengubah cara konsumen berbelanja. Jika bot AI seperti Alexa dan Siri diprogram untuk mendorong pengguna membuat keputusan yang lebih hati-hati, jutaan orang dapat menyadarinya. Bot dibuat untuk memastikan orang mendapatkan semua langkah mereka untuk hari itu, jadi mengapa tidak mendorong mereka untuk memilih pilihan yang lebih ramah lingkungan? Logika yang sama dapat diterapkan pada periklanan dan pemasaran digital juga. Aplikasi seluler Saat ini sudah banyak bermunculan aplikasi seluler yang mengarahkan penggunanya untuk memilih sesuatu yang dapat untuk semua yang dapat membantu pelestarian lingkungan. Perusahaan mata uang online Kora, misalnya, memberi insentif kepada pengguna untuk membeli produk ramah lingkungan atau memilih opsi perjalanan yang lebih ramah lingkungan. Dan alternatif berbagi tumpangan Prancis BlaBlaCar memungkinkan pengguna melakukan carpool jarak jauh dengan lebih efisien. Teknologi Pangan IPO Beyond Meat yang luar biasa sukses membuktikan bahwa teknologi pangan mungkin merupakan salah satu cara terbaik untuk menggagalkan bencana global, tetapi teknologi pangan “hijau” tidak harus secara ketat menarik para vegetarian dan vegan. Ada cara agar kita tetap dapat mengkonsumsi daging, ikan, dan unggas favorit kita tanpa berkontribusi pada badai atau gelombang panas yang merusak berikutnya. AquaMaof, sebagai salah satu contoh, menyediakan praktek budidaya yang bertanggung jawab untuk hampir semua jenis ikan. Bangunan yang lebih cerdas dan kota yang lebih cerdas Google telah mengumumkan alat baru untuk memerangi perubahan iklim yang akan memperkirakan polusi karbon lokal dari kota-kota di seluruh dunia secara real time. Tak hanya itu, perusahaan induknya, Alphabet, juga meluncurkan proyek bernama Lab Trotoar yang melacak arus lalu lintas untuk menentukan bagaimana titik-titik kemacetan dapat dikurangi, sehingga meminimalkan polusi udara. Sekarang adalah waktunya untuk melakukan apa pun yang kita bisa untuk mencegah dampak perubahan iklim di planet kita, dan untungnya kita memiliki teknologi untuk membantu kita. Untuk kamu yang ingin lebih mendalami berbagai teknologi di atas, kamu bisa kerja sambil kuliah di jurusan teknik informatika IDS Digital College. Dengan mengambil program studi Software Engineering, kamu akan diajarkan mengenai prinsip dan teknik untuk mendesain perangkat lunak dari segi fungsional, efektifitas, dan menangani kompleksitas pembangunan sebuah sistem yang relevan. IDS Digital College juga menyediakan program buat kamu yang sedang kerja sambil kuliah dengan waktu yang lebih fleksibel.

Manusia sesungguhnya seperti dua sisi mata koin, di satu sisi manusia berhasil untuk menemukan dan terus mengembangkan teknologi yang membantu kehidupannya di bumi. Namun disisi lain, ternyata kita lebih banyak melakukan kerusakan daripada kebaikan untuk kelangsungan hidup planet ini. 

Dalam sebuah laporan baru-baru ini oleh World Wildlife Fund mengungkapkan bahwa hanya dibutuhkan dua generasi umat manusia untuk membunuh lebih dari setengah satwa liar dunia, termasuk kerusakan terumbu karang dan hutan hujan. Sebuah studi baru PBB menyimpulkan bahwa alam secara keseluruhan berada di tengah-tengah penurunan yang “belum pernah terjadi sebelumnya”.

Beberapa fakta penting yang perlu kamu tahu tentang kondisi bumi saat ini, yaitu:

  1. Saat ini di Inggris gelombang panas 30 persen lebih mungkin terjadi karena perubahan iklim.
  2. Kebakaran hutan di California telah menyebar lima kali lipat sejak 1972.
  3. Kota-kota tenggelam pada tingkat yang mengkhawatirkan karena naiknya permukaan laut dan penurunan tanah yang mengering.
  4. Ada lebih banyak karbon dioksida di atmosfer daripada sebelumnya dalam sejarah manusia.
  5. Jumlah banjir dan hujan lebat di seluruh dunia telah meningkat empat kali lipat sejak 1980 dan dua kali lipat sejak 2004.

Kabar baiknya adalah saat ini mulai banyak solusi teknologi yang mengesankan untuk membantu memerangi masalah ini, dan berikut adalah beberapa teknologi yang dapat kita manfaatkan untuk menghindari bencana iklim.

1. Kecerdasan buatan

Dalam kehidupan sehari-hari saat ini, kamu tentunya sudah tak asing dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Teknologi ini dapat membantu memerangi bencana alam berikutnya dengan meningkatkan prediksi berapa banyak listrik yang kita butuhkan, menemukan material baru, mengoptimalkan rantai pasokan, dan memungkinkan pertanian presisi dalam skala besar.

Mungkin terdengar sedikit berlebihan, tetapi AI dapat memberikan dampak hanya dengan mengubah cara konsumen berbelanja. Jika bot AI seperti Alexa dan Siri diprogram untuk mendorong pengguna membuat keputusan yang lebih hati-hati, jutaan orang dapat menyadarinya. Bot dibuat untuk memastikan orang mendapatkan semua langkah mereka untuk hari itu, jadi mengapa tidak mendorong mereka untuk memilih pilihan yang lebih ramah lingkungan? Logika yang sama dapat diterapkan pada periklanan dan pemasaran digital juga.

2. Aplikasi seluler

Saat ini sudah banyak bermunculan aplikasi seluler yang mengarahkan penggunanya untuk memilih sesuatu yang dapat untuk semua yang dapat membantu pelestarian lingkungan. Perusahaan mata uang online Kora, misalnya, memberi insentif kepada pengguna untuk membeli produk ramah lingkungan atau memilih opsi perjalanan yang lebih ramah lingkungan. Dan alternatif berbagi tumpangan Prancis BlaBlaCar memungkinkan pengguna melakukan carpool jarak jauh dengan lebih efisien.

3. Teknologi Pangan

IPO Beyond Meat yang luar biasa sukses membuktikan bahwa teknologi pangan mungkin merupakan salah satu cara terbaik untuk menggagalkan bencana global, tetapi teknologi pangan “hijau” tidak harus secara ketat menarik para vegetarian dan vegan. Ada cara agar kita tetap dapat mengkonsumsi daging, ikan, dan unggas favorit kita tanpa berkontribusi pada badai atau gelombang panas yang merusak berikutnya. AquaMaof, sebagai salah satu contoh, menyediakan praktek budidaya yang bertanggung jawab untuk hampir semua jenis ikan.

4. Bangunan yang lebih cerdas dan kota yang lebih cerdas

Google telah mengumumkan alat baru untuk memerangi perubahan iklim yang akan memperkirakan polusi karbon lokal dari kota-kota di seluruh dunia secara real time. Tak hanya itu, perusahaan induknya, Alphabet, juga meluncurkan proyek bernama Lab Trotoar yang melacak arus lalu lintas untuk menentukan bagaimana titik-titik kemacetan dapat dikurangi, sehingga meminimalkan polusi udara.

Sekarang adalah waktunya untuk melakukan apa pun yang kita bisa untuk mencegah dampak perubahan iklim di planet kita, dan untungnya kita memiliki teknologi untuk membantu kita. Untuk kamu yang ingin lebih mendalami berbagai teknologi di atas, kamu bisa kerja sambil kuliah di jurusan teknik informatika IDS Digital College. Dengan mengambil program studi Software Engineering, kamu akan diajarkan mengenai prinsip dan teknik untuk mendesain perangkat lunak dari segi fungsional, efektifitas, dan menangani kompleksitas pembangunan sebuah sistem yang relevan. IDS Digital College juga menyediakan program buat kamu yang sedang kerja sambil kuliah dengan waktu yang lebih fleksibel.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat