Yuk, Cari Tahu Siapa Saja Pemilik Saham GoTo! - IDS Digital College

Yuk, Cari Tahu Siapa Saja Pemilik Saham GoTo!

Baru-baru ini Gojek resmi mengumumkan merger dengan Tokopedia, dan melahirkan grup usaha gabungan yang diberi nama GoTo. Dengan bergabungnya dua raksasa teknologi Tanah Air ini, nilai total valuasi kedua perusahaan mencapai US$18 miliar atau setara dengan Rp 252 triliun. Hal ini tentunya membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin berkarir atau kerja sambil kuliah di dunia startup. Grup GoTo sendiri dipimpin oleh perwakilan dari masing-masing perusahaan, yakni Gojek dan Tokopedia. Menduduki posisi CEO Group GoTo, ada Andre Soelistyo dari Gojek. Sedangkan Patrick Cao dari Tokopedia didapuk sebagai Presiden GoTo. Dari merger kedua perusahaan startup tersebut, Gojek memiliki 58 persen saham GoTo, sedangkan sisanya sebesar 42 persen dimiliki oleh Tokopedia. Namun, Gojek tidak menjelaskan secara rinci alasan dibalik besaran kepemilikan sahamnya di GoTo dan pengaruhnya terhadap peran mereka di grup usaha gabungan tersebut. Jika dirinci lebih lanjut, sebenarnya perusahaan telekomunikasi dan investasi asal Jepang, Softbank Group memiliki saham di GoTo mencapai 15,3%. Selanjutnya ada Alibaba Group yang merupakan perusahaan e-commerce asal China yang memiliki 12,6% saham GoTo. Mengutip dari Nikkei Asia Review, Senin (24/05/2021), keduanya merupakan investor di Tokopedia. Selain dua perusahaan tersebut, beberapa investor lain juga memiliki saham di GoTo, seperti Google dan Temasek Singapura. Pembentukan GoTo sebagai hasil merger dua perusahaan startup terbesar ini merupakan pencapaian penting bagi Gojek maupun Tokopedia. Kabarnya, GoTo akan melantai di bursa saham Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Hal tersebut bertujuan untuk mengejar nilai valuasi mendekati 40 miliar dollar AS atau setara Rp 572 triliun, agar setara dengan perusahaan ride-hailing saingannya asal Malaysia, Grab, yang lebih dahulu mencapai angka tersebut. Menanggapi hal tersebut, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita mengatakan “Oleh karena itu, prioritas utama kami adalah memastikan kelancaran dan optimalisasi integrasi untuk dapat menjadi platform terbaik bagi jutaan konsumen, mitra usaha, dan mitra lainnya di ekosistem kami.” IPO adalah salah satu tujuan GoTo untuk mendapat dukungan demi pertumbuhan perusahaan ke tahap selanjutnya. Diharapkan dengan kolaborasi bisnis antara Gojek dengan Tokopedia ini dapat mempercepat rencana IPO tersebut. Sayangnya, belum ada kepastian kapan IPO GoTo akan benar-benar dilaksanakan. Merger dua startup besar kebanggan Indonesia tersebut disambut dengan sentimen positif dari pasar. Bahkan GoTo disebut-sebut akan membawa potensi ekonomi digital Indonesia ke arah yang semakin baik. Bagaimana menurutmu dengan kehadiran GoTo sebagai superapp kebanggaan Indonesia? Wah, tentunya ini jadi angin segar bagi dunia teknologi. Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kamu wajib untuk terus mengembangkan skill kamu. Pelajari lebih lanjut tentang dunia bisnis startup dengan kuliah di IDS Digital College! Di sini, kamu bisa kerja sambil kuliah dan belajar lebih banyak soal dunia startup. Ada banyak jurusan yang bisa kamu pilih terkait teknologi, diantaranya adalah Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Selain itu, IDS Digital College juga menyediakan program khusus untuk kamu yang ingin ekstensi D3 ke S1. Tunggu apalagi? Segera daftarkan dirimu ke IDS Digital College sekarang juga!

Baru-baru ini Gojek resmi mengumumkan merger dengan Tokopedia, dan melahirkan grup usaha gabungan yang diberi nama GoTo. Dengan bergabungnya dua raksasa teknologi Tanah Air ini, nilai total valuasi kedua perusahaan mencapai US$18 miliar atau setara dengan Rp 252 triliun. Hal ini tentunya membuka peluang besar bagi siapa saja yang ingin berkarir atau kerja sambil kuliah di dunia startup.

Grup GoTo sendiri dipimpin oleh perwakilan dari masing-masing perusahaan, yakni Gojek dan Tokopedia. Menduduki posisi CEO Group GoTo, ada Andre Soelistyo dari Gojek. Sedangkan Patrick Cao dari Tokopedia didapuk sebagai Presiden GoTo.

Dari merger kedua perusahaan startup tersebut, Gojek memiliki 58 persen saham GoTo, sedangkan sisanya sebesar 42 persen dimiliki oleh Tokopedia. Namun, Gojek tidak menjelaskan secara rinci alasan dibalik besaran kepemilikan sahamnya di GoTo dan pengaruhnya terhadap peran mereka di grup usaha gabungan tersebut.

Jika dirinci lebih lanjut, sebenarnya perusahaan telekomunikasi dan investasi asal Jepang, Softbank Group memiliki saham di GoTo mencapai 15,3%. Selanjutnya ada Alibaba Group yang merupakan perusahaan e-commerce asal China yang memiliki 12,6% saham GoTo. Mengutip dari Nikkei Asia Review, Senin (24/05/2021), keduanya merupakan investor di Tokopedia. Selain dua perusahaan tersebut, beberapa investor lain juga memiliki saham di GoTo, seperti Google dan Temasek Singapura. 

Pembentukan GoTo sebagai hasil merger dua perusahaan startup terbesar ini merupakan pencapaian penting bagi Gojek maupun Tokopedia. Kabarnya, GoTo akan melantai di bursa saham Indonesia dan Amerika Serikat (AS). Hal tersebut bertujuan untuk mengejar nilai valuasi mendekati 40 miliar dollar AS atau setara Rp 572 triliun, agar setara dengan perusahaan ride-hailing saingannya asal Malaysia, Grab, yang lebih dahulu mencapai angka tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita mengatakan “Oleh karena itu, prioritas utama kami adalah memastikan kelancaran dan optimalisasi integrasi untuk dapat menjadi platform terbaik bagi jutaan konsumen, mitra usaha, dan mitra lainnya di ekosistem kami.”

IPO adalah salah satu tujuan GoTo untuk mendapat dukungan demi pertumbuhan perusahaan ke tahap selanjutnya. Diharapkan dengan kolaborasi bisnis antara Gojek dengan Tokopedia ini dapat mempercepat rencana IPO tersebut. Sayangnya, belum ada kepastian kapan IPO GoTo akan benar-benar dilaksanakan.

Merger dua startup besar kebanggan Indonesia tersebut disambut dengan sentimen positif dari pasar. Bahkan GoTo disebut-sebut akan membawa potensi ekonomi digital Indonesia ke arah yang semakin baik.

Bagaimana menurutmu dengan kehadiran GoTo sebagai superapp kebanggaan Indonesia? Wah, tentunya ini jadi angin segar bagi dunia teknologi. Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, kamu wajib untuk terus mengembangkan skill kamu. Pelajari lebih lanjut tentang dunia bisnis startup dengan kuliah di IDS Digital College! Di sini, kamu bisa kerja sambil kuliah dan belajar lebih banyak soal dunia startup. Ada banyak jurusan yang bisa kamu pilih terkait teknologi, diantaranya adalah Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Selain itu, IDS Digital College juga menyediakan program khusus untuk kamu yang ingin ekstensi D3 ke S1. Tunggu apalagi? Segera daftarkan dirimu ke IDS Digital College sekarang juga!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat