Harus Tahu! Standar dan Perhitungan Biaya Pembuatan Aplikasi Mobile - IDS Digital College

Harus Tahu! Standar dan Perhitungan Biaya Pembuatan Aplikasi Mobile

Aplikasi mobile kini tengah gencar-gencarnya diminati oleh masyarakat luas. Baik yang berjalan di Android maupun iOS sama-sama menarik perhatian, apalagi yang memiliki interface unik dan memanjakan mata. Beberapa orang beranggapan jika proses pembuatannya sangat mudah dan cepat. Pada faktanya butuh waktu lama untuk bisa menciptakan sebuah aplikasi. Biaya pembuatan aplikasi mobile pun tidaklah murah. Bahkan bisa menyentuh angka triliunan. Lalu berapa standar untuk pembuatan aplikasi ini? Dan bagaimana perhitungannya? Berikut ulasannya. 

Standar Biaya Pembuatan Aplikasi

Jumlah pengguna telepon pintar kini semakin meningkat, naik berbasis Android ataupun iOS. Hal tersebut berpengaruh positif kepada perusahaan yang bergerak di industri pembuatan aplikasi. Kendati jumlah perusahaan di bidang teknologi cukup banyak, hal tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan para pengguna. Beberapa faktor seperti lama pengerjaan menjadi kendala. Tak hanya itu, biaya pembuatan dan pengembangan aplikasi terbilang fantastis. Namun, perlu kamu tahu jika standar biaya pembuatan aplikasi tergantung pada konten dan elemen di dalamnya. Semakin bagus, tentu harganya juga mahal. 

Perhitungan Biaya Pembuatan Aplikasi

Pada umumnya, sistem man month dan perhitungan jumlah pekerja serta waktu pengerjaan menjadi acuan dalam menentukan biaya pembuatan aplikasi. Namun, kamu perlu tahu jika pembuatan mobile app butuh banyak tahapan. Mulai dari perencanaan yang dilakukan oleh programmer, pengumpulan konten, desain mobile app, integrasi, uji coba dan perilisan aplikasi. Selain programmer, developer serta engineer adalah pekerja di dalam proses tersebut. 

Pengeluaran dimulai dari tahap perencanaan dan dihitung berdasarkan jumlah jam kerja mereka. Namun, ada beberapa proyek yang dilihat berdasarkan fungsi dan elemen produksi aplikasi. Semakin banyak dan rumit, tentu biayanya semakin tinggi.

 

  • Standar Berdasarkan Konten
    Tak hanya berdasarkan jam kerja, standar biaya pembuatan aplikasi bisa berdasarkan pada isi konten. Contohnya untuk aplikasi sistem keranjang dengan biaya Rp 5 sampai Rp150 juta, katalog Rp 20 sampai 70 juta, serta aplikasi panggilan atau chatting dari Rp 30 – Rp 250 juta. Aplikasi game sendiri dari Rp 10 juta hingga 1 milyar, sistem informasi lokasi SNS hingga Rp 800 juta dan masih banyak lagi lainnya.

 

  •  Standar Berdasarkan Tools
    Selain berdasarkan konten, kini biaya pembuatan aplikasi bisa dilihat dari jenis sistem operasi serta tool penunjang. Hingga saat ini, sistem operasi terkemuka dan banyak dilirik oleh pengembang aplikasi ada tiga, yaitu Android, iOS dan Windows Phone. Untuk Android sebagai platform open source terbilang cukup terjangkau dibandingkan lainnya. Beberapa tools yang digunakan mudah didapatkan dengan gratis, seperti Ubuntu, Fedora atau Mint untuk proses development. Selain itu ada Eclipse IDE + Android Development Tools dan Phonegap (Cross Platform) yang juga gratis dan tersedia di internet. Sementara tools yang berbayar ada Game Maker Studio sekitar Rp 5 juta dan  Sencha Touch Bundle sekitar Rp 11 juta.

Untuk sistem operasi iOS sendiri terbilang paling banyak membutuhkan dana untuk proses development. Apalagi saat pendaftaran di Market Apple sekitar Rp 2 juta per tahunnya. Sementara tools gratis yang bisa digunakan yaitu xCode (Max), Phonegap (Cross Platform), Game Maker Studio (iOS), dan Sencha Touch Bundle. Sedangkan tools Windows Phone yang gratis yaitu XNA Game Studio dan Phonegap. Sementara berbayar ada Visual Studio 2012 dengan harga Rp 5,5 juta. 

Perhitungan Biaya Tak Terduga

Biaya pembuatan aplikasi tak sampai di pengujian saja. Masih ada biaya yang harus dikeluarkan ketika perilisan bahkan untuk pengembangan. Selain itu, biaya tambahan dan tak terduga lainnya juga tak bisa dihindari. Salah satunya biaya pengaturan domain yang dapat digunakan untuk back end serta URL website. Nah, biasanya dikenakan sekitar Rp 1 juta di tahun pertama dan Rp 500 ribu dari tahun ketiga. 

Untuk memasarkan aplikasi lewat pasar aplikasi juga perlu diperhitungkan. Pasalnya, App Store di Apple tidak memiliki akun yang bisa digunakan bersama dengan App Store lainnya. Setidaknya ada biaya Rp 1 juta per tahun untuk kepemilikan akun tersebut. Belum lagi dengan server. Semakin banyak penyimpanan yang digunakan tentu saja biaya semakin tinggi. 

Keputusan untuk membuat sebuah aplikasi harus dengan niat kuat. Selain itu, tim harus solid dan benar-benar bertekad tinggi. Hal ini tidak lain karena biaya pembuatan aplikasi tidaklah murah. 

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat