Industri Game Nikmati Kenaikan di Tengah Wabah Covid-19 - IDS Digital College

Industri Game Nikmati Kenaikan di Tengah Wabah Covid-19

Virus yang masuk Indonesia sejak Maret 2020 ini telah membuat pemerintah membuat banyak kebijakan mulai dari work from home, social distancing, PSBB, dan kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dari rumah. Rupanya kebijakan tersebut bukan hanya memberikan dampak negatif saja, tetapi masih ada hal positif yang bisa jadi hikmah tersendiri akibat pandemi ini. Salah satu dampak positif pandemi Covid-19 ini dirasakan oleh industri game. 

Niko Partners adalah sebuah baseline study di Chinese Games Market yang diresmikan pada tahun 2002. Niko Partners melakukan survey di periode Q1 tahun 2020 selama masa pandemi ini kepada 1.057 gamers di negara Tiongkok. Dalam masa pandemi COVID-19 ini Niko Partners mendapatkan hasil survei dan menyebutkan bahwa sebanyak 97% responden menghabiskan lebih banyak waktunya untuk bermain mobile game daripada sebelum pandemi. 

Seperti yang dilaporkan oleh The impact of COVID-19 on China’s Video Game Market dari Niko Partners, 95% responden lainnya mengatakan juga bermain game PC dan game konsol lebih lama daripada biasanya. Gamer Tiongkok juga menghabiskan lebih banyak uang saat bermain di masa pandemi ini dibanding sebelum terjadi wabah. Sebanyak 82% responden mengaku, total uang yang mereka habiskan untuk membeli di dalam game selama pandemi ini lebih banyak dari sebelumnya. Maka tidak heran jika pemasukan industri game  di masa pandemi wabah COVID-19 meningkat hingga 30% dalam periode ini jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019  lalu. Tidak hanya di Tiongkok, beberapa negara di dunia juga mengalami peningkatan pengguna game baik mobile game maupun game PC selama masa pandemi ini

Selain bermain game, disebutkan juga bahwa masyarakat Tiongkok juga menghabiskan waktu untuk menonton konten gaming. Dalam survei yang dilakukan Niko Partners menyebutkan, 65% responden menonton live streaming game, 62% menonton konten e-sports, dan 40% responden memilih memulai live streamingnya sendiri untuk pertama kalinya. Kenaikan penonton e-sports sebenarnya tidak hanya terjadi di Tiongkok tapi juga di seluruh dunia, mengingat pandemi virus COVID-19 ini menyerang seluruh dunia sehingga banyak kompetisi olahraga mulai dari sepak bola, NBA, balapan dan lainnya  yang dibatalkan dan dialihkan dengan menggunakan e-sports. 

Karena banyak liga yang dibatalkan sehingga membuat dialihkan ke pertandingan esports. Perusahaan analitik Stream Hatchet menyebutkan bahwa viewer dari platform streaming seperti Youtube Gaming dan Twitch mengalami kenaikan 43% dibandingkan awal tahun. Menurut data dari Nielsen, Twich yang merupakan platform streaming nomor satu mengungkapkan bahwa sepanjang Maret 2020, terdapat kenaikan viewership sebanyak 60% dengan jumlah video ditonton mencapai 1,3 miliar juta jam. Kini konten e-sports tidak hanya disiarkan di platform streaming tapi juga sudah merambah di dunia pertelevisian. 

Berbanding terbalik dengan industri game mobile yang meningkat, industri warnet atau internet cafe mengalami penurunan. Games Industry menyebutkan, lebih dari 130.000 warnet di Tiongkok tutup karena karantina wilayah yang diberlakukan. Dilaporkan oleh Niko Partners, sebanyak 57% responden mengatakan tidak memiliki rencana untuk  bermain ke warnet bahkan setelah karantina berakhir. Tidak hanya internet cafe atau warnet yang mendapatkan dampak negatif dengan adanya wabah COVID-19 ini. Disebutkan juga bisnis lainnya banyak yang terkena dampak dan mengalami penurunan. Pemasukan dari iklan dan ad-view juga mengalami penurunan. Selain itu, slot ikan lebih banyak yang kosong selama masa pandemi ini. 

 

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat