Kuliah Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak - IDS Digital College

Kuliah Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak, Bisa Apa Saja?

apa itu jurusan rpl

Berbagai jurusan bermunculan, salah satunya adalah jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Jurusan ini tampaknya sangat asing dan tidak familiar,namun memiliki prospek karir yang bagus.

Melalui kemajuan teknologi sekarang, terjadi perubahan pada dunia kerja. Hal ini membuat kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan turut meningkat.Tidak

Information Technology (IT) menjadi sebuah tren dikalangan anak muda, untuk menentukan jurusan yang akan mereka pilih. Jurusan RPL merupakan jurusan yang memiliki keterkaitan dengan teknologi.

Jurusan ini sangat kompatibel di sejumlah perusahaan industri. Jurusan ini tidak hanya membahas seputar pengembanga perangkat lunak (software), namun cakupan materinya cukup luas.

Materi-materi yang akan kamu terima adalah teknik pemrograman yang dimulai dari pembuatan website, desktop dan android. Tidak hanya sampai disitu, kamu juga akan diajak untuk membuat sebuah game serta pemecahan masalah melalui algoritma.

Dilansir dari Kompas.com, berikut hal yang bisa kamu dapatkan dan keunggulan jika berkuliah di jurusan Rekayasa Perangkat Lunak.

Prospek Kerja yang Jelas

pernah magang IT

Tak dipungkiri, perkembangan teknologi kini berkembang begitu pesat. Hal ini tentu saja membuat jurusan RPL menjadi sebuah jurusan yang tidak ketinggalan zaman.  Sebab, banyak perusahaan yang bersifat industri membutuhkan lulusan terbaik dari jurusan ini.

Adapun peluang pekerjaan yang bisa dilamar melalui jurusan RPL yaitu software engineer, software programmer, IT consultant, mobile computing development, game developer, system analyst, software tester, dan lain-lain.

Dicari oleh Sejumlah Perusahaan

 

pekerjaan paling banyak dicari

Di setiap perusahaan, industri hingga pemerintahan tentu saja membutuhkan tenaga IT. Maka, ini merupakan kesempatan yang bagus bagi lulusan RPL.  Pasalnya, tidak semua orang yang memiliki kemampuan dalam menangani pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga IT.

Contohnya, seorang programmer biasanya banyak dicari dan dibutuhkan oleh sejumlah perusahaan untuk membuat aplikasi yang dibutuhkan untuk mempermudah proses pekerjaan.

Kesempatan untuk Membuka Startup Sendiri

Startup dan corporate. Walaupun keduanya sama-sama bekerja kantoran, tapi ada sejumlah perbedaaan yang mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang. Bagi kamu yang ingin tahu apa saja perbedaannya, bisa simak ulasan di bawah ini. Definisi startup dan corporate Perbedaan bisa dilihat dari definisinya. Untuk startup, merupakan suatu perusahaan yang baru dirintis untuk menjawab kebutuhan pasar. Caranya adalah dengan mengkombinasikan antara pandangan bisnis dan kemajuan teknologi digital. Sedangkan corporate adalah perusahaan besar yang terbilang mapan serta telah mempunyai sistem dan juga berbagai aturan tersendiri yang dijalankan secara terstruktur. Lokasi bekerja Perbedaan lainnya ada dari sisi tempat bekerja. Startup pada umumnya bekerja di coworking space. Tujuannya adalah untuk membangun komunikasi yang lebih intensif antar karyawan. Namun saat ini ada banyak juga startup yang lokasi bekerjanya sudah di gedung perkantoran. Untuk corporate biasanya berada di gedung perkantoran. Ruangannya dibagi menjadi per divisi dan jumlahnya cukup banyak. Budaya bekerja Selanjutnya ada dari budaya bekerja. Di mana pada startup biasanya diisi oleh para lulusan baru atau yang sedang menjalankan ekstensi D3 ke S1. Ini karena startup lebih banyak menampung mereka yang mempunyai ide-ide segar untuk kemajuan perusahaan. Maka dari itu, budaya kerja pada startup tidak begitu formal. Lain halnya dengan corporate yang budaya kerjanya lebih kaku dan mengikat. Kemudian para karyawannya mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing yang sudah terstruktur. Namun terkadang, para karyawan bisa bekerja sama antar divisi sehingga memungkinkan mereka untuk belajar hal baru. Pakaian kerja Untuk yang satu ini tergantung dari aturan perusahaannya. Corporate biasanya akan mengatur para karyawannya dalam berpakaian sehari-hari. Seperti mengenakan kemeja dan celana formal atau seragam di hari-hari tertentu. Berbeda halnya dengan startup yang pada umumnya membebaskan para karyawannya dalam berpakaian asalkan tetap sopan. Jam kerja Untuk jam kerja startup dan corporate juga ternyata mempunyai perbedaan. Jika corporate biasanya sudah ditentukan, yaitu mulai dari jam 9 pagi sampai dengan 5 sore. Sedangkan startup, jam kerjanya lebih fleksibel. Akan tetapi, sekarang sudah banyak startup yang sudah menetapkan jam kerja agar lebih terstruktur. Gaji dan tunjangan Perbedaan terakhir yang sangat signifikan adalah dari gaji dan juga tunjangan. Untuk corporate pada umumnya mempunyai aturan tersendiri dalam penentuan gaji, tunjangan, bonus, dan juga uang lembur, sehingga tidak dapat diganggu gugat. Sedangkan startup kebanyakan belum mempunyai aturan kuat dalam penentuan gaji. Bahkan untuk tunjangan juga sifatnya masih tidak pasti. Kalau startup yang baru merintis, biasanya gaji yang ditawarkan hanya sebatas upah minimum di wilayah tersebut. Demikianlah perbedaan antara startup dan corporate. Pada intinya, keduanya mempunyai kelebihan masing-masing. Jadi, kamu cukup memilih sesuai dengan keinginan dan juga kebutuhan. Apabila kamu yang sedang bekerja di startup dan ingin kuliah ekstensi D3 ke S1, bisa memilih IDS Digital College. Di kampus ini, tersedia Program Ekstensi D3 ke S1 Jurusan Teknik Informatika. Jika kamu tertarik, kunjungi website IDS Digital College untuk informasi pendaftaran!

Lulusan dari RPL tidak hanya selalu mencari pekerjaan atau mengajukan lamaran ke sejumlah perusahaan. Pengetahuan dan kemampuan coding yang didapatkan dari pembelajaran sewaktu kuliah, bisa menjadi bekal krusial untuk merintis usaha atau Startup sendiri.

Dapat dikatakan demikian, karena Jurusan RPL ini mengajarkan kamu mengenai teknik coding. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya beberapa materi menarik akan kamu pelajari.

Seperti pembuatan website atau aplikasi, dimana melalui pembelajaran ini bisa membantu kamu untuk membangun enterprise sendiri.

Tak Selalu Bekerja di Kantor

Lika-liku Kehidupan yang Pasti Kamu Rasakan saat Berkarir di Startup

Ketika kamu lulus dari jurusan ini, kamu tidak harus selalu bekerja di kantor. Terkadang, ada beberapa orang yang lebih senang bekerja di rumah, cafe dan lain-lain. Sebab, pekerjaan seperti programmer ini, sebenarnya bisa kamu lakukan di tempat mana saja.

Saat proses coding, seorang programmer bisa mengerjakan hal tersebut dengan santai di depan komputer rumahmu atau ruangan nyaman lainnya. Tidak perlu capek-capek ke kantor setiap harinya.

Terlebih lagi dengan kondisi Covid-19 ini, sejumlah karyawan terpaksa harus bekerja secara online dari rumah. Hal ini tentunya menjadi keuntungan besar untuk lulusan RPL untuk mendaftarkan diri pada perusahaan yang menerapkan sistem Work From Home (WFH).

Gaji yang Lumayan Besar

gaji jurusan rekayasa perangkat lunak

Tujuan utama kamu bekerja adalah memperoleh gaji dengan nominal yang besar, maka kamu tidak perlu khawatir. Pasalnya, sejumlah perusahaan akan membayar tinggi kepada pekerja tenaga IT.

Dilansir dari Kompas.com, profesi cloud computing engineer bisa memiliki gaji hingga Rp 10 juta per bulan. Disebutkan juga profesi IT leader memiliki gaji berkisar Rp 12 juta.

Sayangnya, tidak semua perguruan tinggi yang memiliki jurusan Rekayasa Perangkat Lunak ini.

Posted in: News



    error

    Enjoy this blog? Please spread the word :)

    WhatsApp chat