Kunjungan ke Aplikasi Alodokter dan Halodoc Naik 600% Efek Virus Coron - IDS Digital College

Kunjungan ke Aplikasi Alodokter dan Halodoc Naik 600% Efek Virus Coron

Pandemi Covid-19 membuat semua orang khawatir untuk pergi ke tempat umum. Bahkan untuk ke rumah sakit pun sangat beresiko. Karena itu, jalan satu-satunya adalah dengan memanfaatkan aplikasi berbasis kesehatan seperti Alodokter dan Halodoc. Dua startup ini mengalami kenaikan 600% karena memberikan pilihan layanan yang beragam mulai dari konsultasi, janji bertemu dengan dokter hingga pembelian obat.

Apa Yang Membuat Dua Startup Ini Naik Daun?

Penerapan Social Distancing
Semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat dalam hal menjaga jarak membuat aplikasi Alodokter dan Halodoc mendapatkan untung besar. Rumah sakit menjadi tempat paling rentan karena masyarakat tidak tahu siapa yang membawa virus. Terlebih lagi dengan gejala asimtomatik yang membuat semua orang khawatir tertular. Akhirnya, aplikasi kesehatan menjadi alternatif.

Lebih Mudah
Aplikasi Alodokter dan Halodoc memudahkan pengguna untuk mendapatkan layanan kesehatan. Hal ini termasuk membeli obat. Pengguna aplikasi ini bahkan bisa mengupload resep dari dokter dan membeli obat di apotek yang bekerjasama dengan aplikasi ini. Tidak perlu jauh-jauh keluar rumah, masyarakat kini bisa menjangkau obat dari rumah. Pengantaran kebutuhan pelanggan bahkan bisa didapatkan kurang dari 1 jam, tergantung letak apotik.
Tidak heran bila Alodokter dan Halodoc menggandeng dua raksasa besar seperti Gojek dan Grab. Kolaborasi dua startup ini memudahkan mereka bertransaksi tanpa harus keluar rumah.

Konsultasi Bisa Melalui Aplikasi
Kalau sebelumnya masyarakat akan pergi ke klinik atau rumah sakit untuk konsultasi, kini mereka bisa berkonsultasi dengan dokter secara online dengan menceritakan gejala yang sedang dialami. Konsultasi online ini bisa dilakukan dengan gratis dan premium untuk pertanyaan yang lebih detail. Bahkan pengguna diberikan informasi penting soal gejala penyakit yang sedang diderita. Akhirnya, pengguna akan merasa lebih mudah memahami apa yang sedang dialami. Meski konsultasi secara langsung akan jauh lebih melegakan dan mudah, setidaknya pengguna bisa memastikan apakah memerlukan perawatan lebih lanjut di rumah sakit atau tidak.

Apa bila pengguna ingin membuat janji, Alodokter dan Halodoc menawarkan fitur buat janji dengan dokter terdekat. Hal ini akan jauh lebih memudahkan dan membantu pengguna memastikan jadwal yang pas tanpa harus terjebak dalam kerumunan antrian.

Biayanya Murah
Fitur premium yang ditawarkan oleh Alodokter dan Halodoc terbilang cukup terjangkau. Untuk tiap sesi konsultasi premium dipatok harga mulai Rp. 15.000 saja yang bisa dibayarkan via e-wallet untuk Alodokter. Nah, untuk Halodoc ada juga fitur dokter spesialis dengan biaya Rp. 25.000-Rp. 50.000. Untuk durasi konsultasi adalah 30-1 jam. Alodokter sendiri juga tidak menawarkan konsultasi gratis untuk pengguna non-premium yang ingin bertanya ke dokter spesialis dan harga yang dipatok bervariasi.

Kemudahan yang ditawarkan oleh dua aplikasi ini tentu sangat berguna bagi pengguna. Menurut Katadata, Halodoc mencatat pencarian dengan kata kunci virus corona saja naik 600% sejak pengumuman kasus pertama diumumkan. Disamping itu, transaksi pun juga mengalami kenaikan dua kali lipat.

Dua sartup ini memang terlihat paling aktif dalam hal transaksi dan penggunaan. Keduanya juga aktif dalam menyebarkan informasi terkait penyakit Covid-19. Alodokter sendiri membagikan konten tentang cara cuci tangan yang benar dan juga etika batuk serta bersin via TikTok. Video ini pun mampu menarik penonton hingga 3,2 juta pada 10 Maret 2020.

Halodoc sendiri juga mencatat pencarian obat herbal dan vitamin kekebalan tubuh naik drastis di samping masker dan hand sanitizer.

Naiknya penggunaan aplikasi kesehatan ternyata tidak hanya di Indonesia saja. Rupanya negara lain juga mengalami trend yang sama. Tiongkok sendiri meluncurkan teknologi AI dan big data yang mampu membantu mengukur suhu tubuh dan juga melacak lokasi pengguna dari ponsel agar mempermudah proses tracking penyebaran Covid-19.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat