Langkah-Langkah Inovasi Untuk Menghentikan Data Palsu - IDS Digital College

Langkah-Langkah Inovasi Untuk Menghentikan Data Palsu

Di era sekarang apalagi banyaknya akun sosial media yang harus memasukan data diri kita dan banyaknya e-commerce. Apalagi sekarang zamannya sudah online semua. Kita mau berbelanja apapun sekarang praktis tinggal memilih e-commerce yang kita percayai. 

Biasanya setiap kita akan berbelanja di e-commerce, kita harus mengisi data diri lengkap kita seperti nama, alamat email, nomor telepon, alamat rumah , dan selesai. Dan dengan begitu kita sudah bisa menggunakan e-commerce untuk berbelanja. 

Begitu pun dengan akun sosial media, biasanya ketika kita akan membuka sosial media kita harus memasukan data diri kita seperti nama, tanggal lahir, nomor telepon, alamat email dan selesai. Dan biasanya juga kita di sosial media sering banget mengunggah foto kita. 

Tetapi sekarang kamu harus hati-hati loh dengan data diri kamu yang masuk ke akun sosial media maupun akun e-commerce “Loh kenapa kita harus hati-hati ?”. Karena sekarang banyak banget pemalsuan data untuk disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Saat kamu berbelanja dengan menggunakan e-commerce, kamu juga harus hati-hati karena dibalik semua kemudahan saat kamu berbelanja dan kemudahan saat kamu bertransaksi, ada hal yang perlu diwaspadai yaitu pencurian data kita. 

Ketika mendengar hal ini itu membuat kita semua jadi risau dan takut akan hal ini . Tetapi dengan era sekarang ini banyak cara untuk menghindar dari pencurian data. 

Data palsu juga bisa terjadi pada sebuah berita . “Fake news” atau berita bohong kita temui di mana-mana selama dua tahun terakhir. Kamus Bahasa Inggris Cambridge mendefinisikannya sebagai “cerita-cerita palsu yang muncul dalam berita, tersebar melalui internet atau menggunakan media lain, biasanya dibuat untuk mempengaruhi pandangan politik atau sebagai lelucon”.

Sebagai bagian dari dorongan global untuk menahan laju penyebaran informasi salah yang disengaja, peneliti-peneliti berusaha memahami alasan orang untuk menyebarkan berita bohong dan bagaimana dukungan terhadap berita bohong tersebut dapat tersebar melalui jejaring sosial.

Namun manusia adalah binatang sosial yang kompleks, dan teknologi belum dapat memahami betapa kaya proses pembelajaran dan interaksi manusia.

Kita harus melawan berita bohong, karena manusia belajar dari tetangganya, yang belajar dari tetangganya dan seterusnya, setiap orang yang mendeteksi dan memberi isyarat tentang berita bohong akan membantu mencegah tersebarnya berita bohong dalam jaringan tersebut. Ketika kami mencontohkan bagaimana penyebaran berita bohong bisa dicegah, kami menemukan jalan terbaiknya adalah dengan memungkinkan pengguna untuk memberikan tanggapan pada teman-teman mereka tentang berita yang mereka bagikan.

Dan lebih dari sekadar menunjukkan bahwa sebuah berita adalah bohong, kita juga bisa memuji teman ketika ia membagikan sebuah hasil jurnalisme yang diteliti dengan baik dan berimbang. Yang lebih penting, pujian bahkan bisa dilakukan ketika Anda tidak setuju dengan kesimpulan atau sudut pandang politis yang ada dalam artikel tersebut. Studi dalam psikologi manusia menunjukkan bahwa manusia melakukan adaptasi dalam berperilaku sebagai respons terhadap tanggapan yang positif dan negatif–terutama ketika tanggapan tersebut berasal dari lingkaran sosial orang tersebut.

Pelajaran besar yang kedua adalah: simpan datamu hanya untuk dirimu.

Web 2.0 dibuat berdasarkan premis bahwa perusahaan-perusahaan menawarkan jasa gratis sebagai pertukaran dari data pengguna. Miliaran pengguna kemudian terpanggil dengan tawaran menarik tersebut, membuat Facebook, Google, Twitter, dan LinkedIn menjadi perusahaan raksasa dengan nilai jutaan dolar. Namun bersamaan dengan semakin tumbuhnya perusahaan tersebut, semakin banyak data yang dikumpulkan. Beberapa mengestimasi bahwa sebanyak 90% dari seluruh data yang ada di dunia baru dibuat dalam beberapa tahun ke belakang ini.

Jangan memberikan informasi pribadi anda secara mudah dan gratis. Jika memungkinkan, gunakan alat yang terenkripsi secara penuh dan usahakan sesedikit mungkin informasi yang bisa dikumpulkan tentang Anda secara daring. Terdapat alternatif lain dari kebanyakan aplikasi yang lebih aman dan mengutamakan privasi, mulai dari mesin pencari hingga aplikasi untuk bertukar pesan.

Situs-situs media sosial masih belum memiliki alternatif untuk fokus pada privasi. Untungnya kehadiran blockchain telah menyediakan sebuah teknologi baru yang mampu mengatasi paradoks privasi-keuntungan. Daripada harus mempercayai Facebook untuk menjaga agar data Anda aman, sekarang Anda bisa meletakkannya pada blockchain terdesentralisasi yang dirancang untuk beroperasi dalam lingkungan yang minim kepercayaan . 

Adapun cara untuk melindungi data pribadi kita . Pertama, sebisa mungkin kamu harus menjaga kerahasiaan data-data pribadi dengan baik ketika beraktivitas online. Bisa dibilang hal ini tidak mudah dilakukan bagi pengguna internet aktif dimana ada banyak aktivitas yang dilakukan mulai dari berselancar informasi, menonton streaming video dengan berderet link tautan iklan, hingga mengunduh gambar/video menggunakan sumber ilegal.

Alhasil, tanpa disadari ada banyak ancaman virus/malware yang bisa menyerang seketika dan mencuri data-data pribadi yang tersimpan di ponsel pintar/tablet/laptop/PC Anda.    

Lalu bagaimana solusinya dan apa saja yang termasuk dalam data pribadi yang wajib dijaga? Secara umum data pribadi yang perlu di jaga meliputi:

– User ID dan password

– kata sandi / PIN / kode verifikasi atau kode OTP (One Time Password)

– Data finansial atau informasi pribadi lainnya seperti NIK (KTP), nama ibu kandung.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat