Langkah-langkah yang Wajib Kamu Tahu untuk Memulai Startup di Indonesia - IDS Digital College

Langkah-langkah yang Wajib Kamu Tahu untuk Memulai Startup di Indonesia

Perkembangan dunia digital mendongkrak jumlah startup di Indonesia. Beberapa dari startup yang ada memiliki keunikan masing-masing dan menawarkan solusi unik yang dihadapi banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Bidangnya juga bermacam-macam, mulai dari e-commerce, logistik, transportasi, akomodasi, edukasi, kesehatan, dan masih banyak lagi.

 

Pertumbuhan dan keuntungannya pun menggiurkan. Tak heran startup akan terus bermunculan. Jika kamu termasuk salah satu orang yang tertarik dengan startup, berikut langkah-langkah untuk memulai startup di Indonesia yang harus diketahui.

 

1. Market Size Challenge 

Sebagai perusahaan rintisan, startup memang dirancang untuk tumbuh dengan cepat. Ketika menentukan ide untuk startup, pastikan dulu bahwa pasar yang ingin dituju juga besar untuk mendukung perkembangan dari produk atau jasa yang ditawarkan.

 

Ukuran pasar tidak hanya dilihat dari jumlah orang, tapi dapat diukur dari berapa uang yang beredar di segmen software yang ditawarkan. Terutama jika kamu membuat sebuah startup software untuk klien perusahaan. Karena itu, lakukan riset mendalam terkait ukuran pasar dari produk ketika membangun ide untuk sebuah startup. Buatlah sebuah kalkulasi sederhana jumlah uang yang akan beredar di segmen pasar tersebut.

 

Rencana bisnis atau business plan juga menjadi hal wajib yang harus kamu miliki. Adanya business plan akan membuat strategi pemasaran menjadi lebih konkret., termasuk rencana jangka panjang dan target pencapaian.

 

2. Great Product Challenge

Istilah Great atau bagus dapat diartikan seperti orang-orang yang tertarik untuk menggunakan dan membayar produk yang kita tawarkan. Contohnya, seperti apa yang terjadi ketika pelanggan memesan layanan Gojek. Gojek dapat mengetahui titik jemput dan tujuan, jarak tempuh, hingga tarif yang harus dibayarkan ketika melakukan pemesanan. Setelah menyetujui harga, gojek akan mencari driver yang dalam jaringannya paling dekat dengan lokasi titik jemput. Konsumen dijemput, diantarkan sampai ke tujuan, dan transaksi selesai.

 

Gojek tidak mengeluarkan biaya yang besar dalam proses pemesanan tersebut. Konsumen pun membutuhkan dan setuju membayar layanan yang diberikan Gojek. Langkah yang mudah, efektif, dan murah tersebut berhasil memvalidasi kebutuhan masyarakat akan produknya. Hal tersebut disebut dengan Minimum Viable Product (MVP).

 

Kebanyakan orang menganggap bahwa jika ingin membuat startup harus mendesain website yang keren dan memakan biaya yang besar, atau bahkan langsung membuat aplikasi yang juga memakan ratusan juta rupiah. Tak sedikit dari startup founder pemula sama sekali tidak memvalidasi terlebih dahulu produknya kepada pasar.

 

3. Distribution/Market Channel Challenge

Distribusi adalah soal bagaimana produk bisa sampai ke tangan konsumen. Cara termudah, yaitu dengan terlebih dahulu fokus di pasar kecil untuk bisa memonopoli pasar tersebut. Salah satu alasan mengapa harus berfokus di pasar kecil dikarenakan sumber daya di awal yang sangat terbatas, baik dari segi finansial maupun sumber daya manusia. Fokus pada pasar kecil akan membantu kamu memahami apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan nyata dari para konsumen dan mendapat feedback tentang kelemahan dari produk kita.

 

Data yang kamu dapat bisa dijadikan sebagai dasar untuk membangun nilai produk (value proposition) yang akan dijual kepada konsumen ke pasar yang lebih besar. Lihat celah dan hambatannya, lalu terapkan strategi tersebut ke target pasar selanjutnya dengan sejumlah penyesuaian. Ketika meluncurkan produk, banyak dari startup founder Indonesia yang mengarah dan terus bertumpu pada FB Ads, Google Ads, atau Instagram Ads. Kamu jangan sampai terjebak dengan cara tersebut. Pastikan juga untuk terus meningkatkan performa agar startup bisa terus berkembang.

Posted in: News


WhatsApp chat