Tips Jitu Menjadi Software Developer yang Handal - IDS Digital College

Tips Jitu Menjadi Software Developer yang Handal

Seseorang yang bekerja sebagai software developer, akan menaruh semua fokusnya dalam mempelajari kode. Mereka terkadang frustasi karena mengerjakan dan mempelajari hal yang sama berulang kali. Nggak cuma frustasi, perasaan stagnant pun kerap kali dirasakan para software developer ini.

 

Banyak software developer yang tidak tahan akan hal itu dan memilih untuk lari dan mencari pekerjaan baru. Namun sebenarnya, akan lebih baik kalau kamu mencoba survive dari kekalutan ini. Dengan bertahan dalam bidang ini, maka kamu bisa menjadi seorang software developer yang handal dan selalu tumbuh berkembang dalam jangka waktu yang panjang. Karena itu, mari simak tips jitu menjadi software developer yang handal!

 

 

1. Stick to One Tech Stack

 

 

Coding adalah syarat utama untuk menjadi seorang developer. Kamu bisa bereksperimen dengan berbagai teknologi di awal-awal karir mu, namun ketika kamu sudah memiliki banyak pengalaman, jadilah lebih bijaksana untuk tetap berpegang pada satu teknologi stack dan mendapatkan pengetahuan mendalam tentangnya. Tren dalam dunia teknologi seringkali berubah seiring berjalannya waktu. Seorang software developer yang handal tidak akan jatuh ke perangkap dan mencoba cara baru karena tren saja. Mereka lebih fokus pada peningkatan keahlian mereka dalam satu aspek teknologi yang spesifik.

 

 

2. Fix Defect

 

 

Fixing defect atau memperbaiki cacat pada kode adalah cara yang baik untuk mempelajari produk apapun. Membaca dokumen atau mendapatkan pengetahuan dari senior developer dapat membantumu untuk memahami fungsi-fungsi dan membantumu untuk mempelajari lebih banyak daripada memperbaiki bug yang ada di codebase. Sebagian besar pengembang yang handal tahu bahwa mereka tidak dapat  membuat membuat code untuk semua proyek, karenanya mereka membantu anggota tim lain untuk menyelesaikan masalah mereka. Membantu orang lain membuat mereka belajar tentang fitur baru dan perbedaan area di berbagai produk.

 

 

3. Pelanggan Selalu Benar   

 

 

Pelanggan tahu apa yang mereka mau dalam produknya dan mengapa mereka ingin itu. Jika software tidak bisa memuaskan permintaan pelanggan, maka sebaik apapun kodenya tetap tidak berguna. Karena pelanggan selalu benar, sampai kamu bisa membuktikan bahwa mereka salah. Dengarkan saat pelanggan menyampaikan kekhawatiran mereka. Cobalah untuk memahami dan mencari tahu masalahnya. Jika kamu yakin ini bukan masalah dari aplikasi dan memiliki bukti, maka tunjukan pada mereka. Jika belum memiliki bukti anggaplah bahwa pelanggan itu benar. Fokuskan perhatian untuk mencoba mencari akar masalah dalam kode daripada mencoba membuktikan pelanggan salah.

 

 

4. Menerima Feedback

 

 

Agak susah untuk menerima feedback, karena kita sudah merasa melakukan yang terbaik pada code atau desain kita. Pengetahuan dan imajinasi membatasi kita dalam meningkatkan kualitas produk kit. Karena itu kita membutuhkan masukan yang kritis. Feedback memberikan kita kesempatan untuk mengerti bagaimana improve diri kita dan meningkatkan performa. Banyak developer melihat feedback sebagai ajang untuk menemukan kesalahan mereka. Mereka menutup pikiran ketika ada seseorang mencoba membantunya ketika mereka melakukan sesuatu yang salah. Tidak menerima feedback berarti membatasimu sebagai developer yang ingin belajar dari pengalaman orang lain.

 

 

5. Tingkatkan Pengetahuan Domain

 

Pengetahuan domain membantumu memahami sisi bisnis dari produk. Ini memberikan pengetahuan mengapa pelanggan membutuhkan specific functionality dan bagaimana hal itu akan membantu mereka. Dengan beberapa pengalam dalam coding, sangat mudah untuk convert spesifikasi persyaratan menjadi kode dalam bahasa pilihanmu. Tetapi kamu hanya bisa berlaku adil kepada apa yang ingin kamu implementasikan ketika kamu benar-benar memahami akhir dari end functionally.

Posted in: News


WhatsApp chat