Mengenal Tentang Teknologi Deepfake dan Bahayanya - IDS Digital College

Mengenal Tentang Teknologi Deepfake dan Bahayanya

Perkembangan teknologi cukup pesat dalam 20 tahun terakhir. Banyak teknologi keren dipasarkan dengan berbagai kelebihan. Salah satunya deepfake yang merupakan teknik menggunakan kecerdasan buatan yang mampu mengubah wajah seseorang dalam video. Keunggulannya cukup difavoritkan dan digunakan oleh pemroduksi film sebagai pemulus saat editing. Sayangnya, tidak sedikit yang menggunakan teknik ini untuk melakukan tindakan merugikan orang lain. Nah, untuk lebih detail mengenai teknologi deepfake, berikut ulasannya.

Pengertian Deepfake
Teknologi yang cukup lama meresahkan ini adalah teknik untuk sintesis citra manusia menggunakan kecerdasan buatan. Deepfake biasa digunakan untuk menggabungkan gambar atau video dengan metode tertentu sehingga nampak terlihat nyata. Secara garis besar, deepfake bisa diartikan sebagai manipulasi gambar atau video yang dapat membuatnya lebih menarik untuk dilihat. 

Asal Muasal Deepfake
Dilansir dari Salon, iterasi pertama deepfake muncul dalam sebuah video porno. Dalam video tersebut, menampilkan wajah selebriti padahal aslinya bukan. Sedari awal, Deepfake memiliki citra buruk, sehingga tidak sedikit yang menggunakan untuk sindiran hingga alat propaganda politik. 

Pembuatan video dengan deepfake di dalamnya sebenarnya sangat mudah mengingat aplikasi yang digunakan sudah menjamur. Dua aplikasi terkenal dan bisa diunduh dengan gratis yaitu Fakeapp dan DeepFaceLab. Untuk hasil akhirnya, tentu saja tergantung proses pembuatan. Untuk membuatnya tampak meyakinkan, butuh waktu dan upaya maksimal.

Semua orang mungkin bisa mudah menggunakan, apalagi yang sudah terbiasa memakai alat editing seperti Snapchat, Instagram, dan Facetune. Apalagi tujuannya tidak jauh beda, yaitu menciptakan gambar unik yang membuat siapapun mempercayai hasil gambar editan tersebut. 

Contoh Penggunaan Deepfake
Salah satu contoh penggunaan teknologi ini dapat kamu lihat di film Terminator 2. Dimana aktor Sylvester Stallone menjadi Arnold Schwarzenegger. Ada pula di media sosial Instagram. Seorang influencer diciptakan dari AI dan dikenal sebagai Lil Miquela. Saat ini pengikutnya mencapai 1,5 juta. Miquela tidak memalsukan wajah, tapi merupakan karakter yang dibentuk oleh komputer. 

Bahaya Penggunaan Teknologi Deepfake
Tujuan awal penggunaan Deepfake untuk hiburan di TV maupun media sosial. Seiring berjalannya waktu, kini teknologi tersebut digunakan sebagai alat untuk menyesatkan orang dan menyebarkan informasi palsu. Deepfake memiliki potensi untuk mengikis kepercayaan masyarakat. Apalagi yang berhubungan dengan orang besar dan ternama. Tidak hanya soal video palsu, reputasi seseorang juga dapat rusak dengan mudah dengan teknologi ini.

Beberapa kasus yang ramai diperbincangkan adalah video pendek Barack Obama sebagai mantan presiden AS. Video pertama kali beredar di platform sosial media Reddit, dimana seorang user membagikannya. Dalam video tersebut, Obama terlihat nyata memberikan pidato dan menjanjikan sebuah kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Gerak bibir, intonasi dan suara terdengar asli. Kenyataannya, Obama tidak pernah mengucapkan kalimat tersebut. Selain kepala daerah, artis ternama juga pernah tersandung kasus seperti ini. Wajah mereka digabungkan dalam sebuah video porno sehingga menghebohkan dunia. 

Sebagai pengguna internet yang baik, tentu saja kita perlu hati-hati dalam memilih konten. Setelah itu, upayakan untuk tidak langsung percaya, bila perlu cari kebenarannya. Selain tidak mudah percaya, baru-baru ini ada cara agar bisa mengenali sebuah video sudah digabungkan dengan Deepfake. Perusahaan perangkat lunak Adobe yang bekerja sama dengan peneliti University of California Berkeley. Adobe melatih sebuah AI untuk mengenali manipulasi wajah mulai dari perubahan warna wajah, pencahayaan yang tidak tepat hingga suara dan video tak sinkron.

 

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat