Mengetahui Peran Startup dalam Membangun Indonesia - IDS Digital College

Mengetahui Peran Startup dalam Membangun Indonesia

Banyak orang menganggap startup sebagai perusahaan kecil yang baru berjalan selama beberapa bulan atau tahun. Faktanya, tidak semuanya seperti itu. Persepsi orang mengenai startup bisa berbeda-beda. Biasanya disebut sebagai usaha rintisan yang bergerak di bidang aplikasi dan teknologi. Nah, bagaimana peran startup sendiri dalam membangun Indonesia? Penjelasan berikut akan menambah wawasanmu terkait perkembangan startup di dalam negeri.

 

Definisi Startup

Umumnya, startup menawarkan produk/jasa yang belum pernah atau terkenal di pasaran. Awal pembentukannya bisa membutuhkan biaya yang terbilang lebih besar daripada pemasukan. Kebanyakan juga disponsori oleh orang atau perusahaan lain, tak terkecuali uang pinjaman dari bank.

 

Menurut Paul Graham, seorang venture capitalist dan startup accelerator menjelaskan startup sebagai sebuah perusahaan yang didesain untuk bisa diukur dengan cepat. Startup diharapkan bisa bertumbuh tanpa mementingkan lokasi geografis. Hal tersebut yang menjadi pembeda dengan usaha kecil.

 

Istilah yang Sering Muncul di Dunia Startup 

Jika kamu sudah tidak begitu asing dengan startup, pasti kamu pernah mendengar istilah Unicorn startup. Istilah tersebut digunakan bagi perusahaan startup yang memiliki value lebih dari 1 miliar US Dollar. Lima startup Unicorn yang dikenal mempunyai value tertinggi, di antaranya Uber, ANT Financial, Didi Chuxing, Xiaomi, dan AirBnb.

Selain itu, juga muncul istilah lainnya yaitu Decacorn. Sebutan Decacorn merujuk pada startup yang memiliki value lebih dari 10 Miliar US Dollar. Setelah Decacorn ada Hectocorn, yaitu memiliki value lebih dari 100 Miliar US Dollar.

 

Perkembangan Startup di Indonesia

Data Sensus Ekonomi pada tahun 2016 lalu yang didapat dari Badan Pusat Statistik menyatakan dalam 10  tahun terakhir, industri e-commerce dalam negeri tumbuh sekitar 17% dengan total unit usaha mencapai angka 26,2 juta. Dari data tersebut diperkirakan, peralihan ke ranah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mencapai 150 Miliar US Dollar pada tahun 2025 mendatang.

 

Masifnya penggunaan smartphone menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia. Tak heran, di tanah air sudah banyak startup yang bermunculan dan berkembang, khususnya yang bergerak di ranah digital. Pemerintah juga menyambut perkembangan startup di Indonesia dengan baik.

 

Startup Besar di Indonesia

Meski sudah banyak startup yang bermunculan terutama di Indonesia, hal tersebut tidak menutup kemungkinan terjadinya kegagalan. Tak sedikit juga startup yang runtuh meski memiliki dana cukup. Tidak hanya dibutuhkan ide bisnis brilian dan kucuran dana besar dari investor, tapi juga memerlukan teamwork yang produktif untuk membangun perusahaan. Berikut, beberapa perusahaan startup besar yang masih aktif di Indonesia:

  • Traveloka. Traveloka sempat disebut-sebut sebagai Unicorn Indonesia. Dikabarkan pada bulan Desember tahun 2013, Ferry Unardi sebagai pendiri melaporkan bahwa Traveloka berhasil memproses dua juta pencarian tiket penerbangan.
  • Tokopedia. Didirikan pada tahun 2009, aplikasi dan website belanja online ini dapat dikatakan sukses karena pendanaan yang sangat besar dari berbagai investor besar.¬†
  • Go-jek. Digagas oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010, Go-jek merupakan aplikasi yang bergerak di bidang transportasi. Bahkan telah berkembang sebagai penyedia berbagai jasa/layanan lainnya. Go-jek berhasil menggalang dana sebesar 550 juta US Dollar pada Agustus 2016 hingga akhirnya resmi menjadi Unicorn senilai 1,3 Miliar US Dollar . Go-Jek hanya membutuhkan waktu 1,5 tahun mulai dari peluncuran aplikasi hingga mendapat gelar Unicorn tersebut.
  • Bukalapak. E-commerce pesaing Tokopedia yang bisa dikatakan berhasil karena pendanaan dan penjualan yang didapat cenderung konsisten.
  • Kitabisa. Kitabisa adalah wadah dan teknologi online bagi individu, komunitas, organisasi, maupun perusahaan yang ingin menggalang dana dengan beragam tujuan, mulai dari sosial, personal, kreatif, dan lain-lain. Akhir 2016 lalu, Kitabisa telah mengumpulkan 60 Miliar Rupiah donasi publik dari sekitar 3000 kampanye sosial.
Posted in: News


WhatsApp chat