Pengertian Cyber Attack dan Cara Mudah Mencegahnya - IDS Digital College

Pengertian Cyber Attack dan Cara Mudah Mencegahnya

Orang-orang zaman sekarang sudah terbiasa dengan internet. Meski begitu, kesadaran akan keamanan masih rendah. Padahal, sudah banyak kasus cyber crime atau serangan siber yang merugikan perusahaan-perusahaan besar. Meningkatkan sistem cyber security Indonesia merupakan bagian penting agar terhindar dari berbagai serangan yang membahayakan. Lalu, apa sih yang disebut dengan serangan siber itu? Simak untuk tau lebih lanjut, ya. Apa itu Cyber Crime? Cyber crime atau serangan siber merupakan serangan yang diluncurkan oleh penjahat dunia maya menggunakan satu atau lebih komputer terhadap satu atau beberapa komputer atau jaringan. Serangan siber dapat mematikan komputer, mencuri data, atau menggunakan komputer yang dilanggar sebagai titik peluncuran serangan lainnya. Para penjahat ini menerapkan macam-macam metode untuk meluncurkan serangan, termasuk malware, phishing, ransomware, penolakan layanan, dan lainnya. SolarWinds Sunburst Attack Jadi Serangan Siber Paling Berbahaya Serangan siber ada banyak macamnya dan SolarWinds Sunburst Attack termasuk salah satu serangan yang terkenal. Para peneliti percaya bahwa jenis serangan satu ini dirasa paling canggih dan parah yang pernah ada. Serangannya mampu menyasar kantor-kantor besar pemerintah AS dan banyak organisasi sektor swasta. Beberapa rangkaian serangan siber memungkinkan peretas/hacker dapat menyematkan pintu belakang ke dalam pembaruan perangkat lunak SolarWinds. Lebih dari 18.000 perusahaan dan kantor pemerintah mendownload apa yang kelihatannya seperti pembaruan perangkat lunak reguler di komputer mereka, padahal sebenarnya itu adalah kuda Trojan. Peretas memanfaatkan pintu belakang untuk membahayakan aset organisasi yang memungkinkan mereka memata-matai organisasi dan mengakses datanya. Serangan Ransomware Instansi pemerintah lokal dan negara bagian kecil terutama di bagian tenggara AS, telah menjadi korban dari serangan ransomware. Pada tahun 2020, Check Point Research melihat adanya peningkatan harian dengan rata-rata 50% dari serangan ransomware. Organisasi besar di seluruh dunia seakan berada di bawah gelombang besar serangan ransomware. Maze dan Ryuk adalah dua jenis ransomware yang cukup dikenal. Kamu harus lebih waspada, ya. Tren Serangan Siber Dalam laporan pertengahan tahun, Check Point Research memberikan analisis dengan melihat tren serangan siber global dalam malware secara keseluruhan, ransomware, serta mobile malware dan cloud, seperti berikut: Tren 1: Meningkatnya serangan rantai perangkat lunak. Dalam serangan rantai, pelaku biasanya memasang kode berbahaya ke dalam perangkat lunak yang sah dengan memodifikasi dan menginfeksi salah satu blok bangunan yang diandalkan oleh software. Tren 2: Serangan Siber Phishing. Phishing adalah teknik serangan siber yang populer dan terus menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keamanan siber. Peretas menggunakan teknik penghindaran rekayasa sosial yang canggih agar bisa lolos dari sistem keamanan email dengan frekuensi yang lebih besar. Dampaknya menimbulkan kerugian besar bagi korban baik berupa kebocoran data pribadi hingga materi. Tren 3: Serangan Cloud Aset cloud yang menjadi sasaran peretas telah mengalami berbagai serangan. Kesalahan konfigurasi cloud merupakan salah satu penyebab utama sejumlah besar insiden pencurian data dan serangan yang dialami oleh organisasi di seluruh dunia. Tren 4: Serangan Perangkat Seluler Pelaku kejahatan mengadaptasi teknik dan metode dari lanskap ancaman umum ke dunia seluler. Malware mampu mencuri data pembayaran, kredensial, dan dana dari rekening bank korban. Serangan ini menjadi ancaman tak hanya bagi korban, tapi juga cyber security Indonesia. Mencegah Serangan Cyber Serangan cyber bisa dicegah dengan menerapkan arsitektur keamanan siber yang berlapis-lapis dan mencakup semua jaringan, termasuk perangkat seluler hingga cloud. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah serangan siber: Menjaga kebersihan keamanan Pilih pencegahan daripada deteksi Tutupi semua vektor serangan Menerapkan teknologi paling canggih Perbarui intelijen ancaman perangkatmu Meski serangan cyber sangat merugikan, kamu bisa mendeteksi dan mencegah serangannya, lho. Ingin tau lebih banyak lagi soal dunia siber? Yuk, belajar tentang cyber security Indonesia di IDS Digital College!

Orang-orang zaman sekarang sudah terbiasa dengan internet. Meski begitu, kesadaran akan keamanan masih rendah. Padahal, sudah banyak kasus cyber crime atau serangan siber yang merugikan perusahaan-perusahaan besar. Meningkatkan sistem cyber security Indonesia merupakan bagian penting agar terhindar dari berbagai serangan yang membahayakan. Lalu, apa sih yang disebut dengan serangan siber itu? Simak untuk tau lebih lanjut, ya. 

Apa itu Cyber Crime?

Cyber crime atau serangan siber merupakan serangan yang diluncurkan oleh penjahat dunia maya menggunakan satu atau lebih komputer terhadap satu atau beberapa komputer atau jaringan. Serangan siber dapat mematikan komputer, mencuri data, atau menggunakan komputer yang dilanggar sebagai titik peluncuran serangan lainnya. Para penjahat ini menerapkan macam-macam metode untuk meluncurkan serangan, termasuk malware, phishing, ransomware, penolakan layanan, dan lainnya.

SolarWinds Sunburst Attack Jadi Serangan Siber Paling Berbahaya

Serangan siber ada banyak macamnya dan SolarWinds Sunburst Attack termasuk salah satu serangan yang terkenal. Para peneliti percaya bahwa jenis serangan satu ini dirasa paling canggih dan parah yang pernah ada. Serangannya mampu menyasar kantor-kantor besar pemerintah AS dan banyak organisasi sektor swasta. 

Beberapa rangkaian serangan siber memungkinkan peretas/hacker dapat menyematkan pintu belakang ke dalam pembaruan perangkat lunak SolarWinds. Lebih dari 18.000 perusahaan dan kantor pemerintah mendownload apa yang kelihatannya seperti pembaruan perangkat lunak reguler di komputer mereka, padahal sebenarnya itu adalah kuda Trojan. Peretas memanfaatkan pintu belakang untuk membahayakan aset organisasi yang memungkinkan mereka memata-matai organisasi dan mengakses datanya. 

Serangan Ransomware

Instansi pemerintah lokal dan negara bagian kecil terutama di bagian tenggara AS, telah menjadi korban dari serangan ransomware. Pada tahun 2020, Check Point Research melihat adanya peningkatan harian dengan rata-rata 50% dari serangan ransomware. Organisasi besar di seluruh dunia seakan berada di bawah gelombang besar serangan ransomware. Maze dan Ryuk adalah dua jenis ransomware yang cukup dikenal. Kamu harus lebih waspada, ya.

Tren Serangan Siber

Dalam laporan pertengahan tahun, Check Point Research memberikan analisis dengan melihat tren serangan siber global dalam malware secara keseluruhan, ransomware, serta mobile malware dan cloud, seperti berikut:

  • Tren 1: Meningkatnya serangan rantai perangkat lunak.

Dalam serangan rantai, pelaku biasanya memasang kode berbahaya ke dalam perangkat lunak yang sah dengan memodifikasi dan menginfeksi salah satu blok bangunan yang diandalkan oleh software.

  • Tren 2: Serangan Siber Phishing.

Phishing adalah teknik serangan siber yang populer dan terus menjadi salah satu ancaman terbesar bagi keamanan siber. Peretas menggunakan teknik penghindaran rekayasa sosial yang canggih agar bisa lolos dari sistem keamanan email dengan frekuensi yang lebih besar. Dampaknya menimbulkan kerugian besar bagi korban baik berupa kebocoran data pribadi hingga materi. 

  • Tren 3: Serangan Cloud

Aset cloud yang menjadi sasaran peretas telah mengalami berbagai serangan. Kesalahan konfigurasi cloud merupakan salah satu penyebab utama sejumlah besar insiden pencurian data dan serangan yang dialami oleh organisasi di seluruh dunia. 

  • Tren 4: Serangan Perangkat Seluler

Pelaku kejahatan mengadaptasi teknik dan metode dari lanskap ancaman umum ke dunia seluler. Malware mampu mencuri data pembayaran, kredensial, dan dana dari rekening bank korban. Serangan ini menjadi ancaman tak hanya bagi korban, tapi juga cyber security Indonesia

Mencegah Serangan Cyber

Serangan cyber bisa dicegah dengan menerapkan arsitektur keamanan siber yang berlapis-lapis dan mencakup semua jaringan, termasuk perangkat seluler hingga cloud. 

Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan untuk mencegah serangan siber:

  • Menjaga kebersihan keamanan
  • Pilih pencegahan daripada deteksi
  • Tutupi semua vektor serangan
  • Menerapkan teknologi paling canggih
  • Perbarui intelijen ancaman perangkatmu

Meski serangan cyber sangat merugikan, kamu bisa mendeteksi dan mencegah serangannya, lho. Ingin tau lebih banyak lagi soal dunia siber? Yuk, belajar tentang cyber security Indonesia di IDS Digital College!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat