Penggunaan Internet of Things (IoT) Pada Smart city
Penggunaan Internet of Things (IoT) Pada Smart city
Perkembangan teknologi tak pernah berhenti di satu waktu dan terus melakukan perubahan dan mendorong kemajuan dalam kehidupan manusia. Perkembangan ini juga tidak terlepas dari pembangunan kota yang telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Jika dahulu pembangunan sebuah kota hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, gedung, jembatan. Namun sekarang telah berkembang ke arah teknologi seperti jaringan internet, perangkat lunak dan lain sebagainya.
Dengan adanya internet, sensor, komputer, IoT, AI dan sebagainya serta adanya penemuan dan motivasi manusia untuk meningkatkan kualitas hidup-lah yang mendorong adanya upaya transformasi kota menjadi sebuah Smart City.
Tentunya hal ini tidak hanya sebagai tren semata, Smart City atau kota pintar menerapkan serangkaian upaya inovatif dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi ekosistem kota dan memiliki misi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan komunitas setempat.
Di Indonesia sendiri, sudah ada 5 kota yang sudah menerapkan program smart city, yaitu DKI Jakarta, Boyolali, Bandung, Surabaya, dan DI Yogyakarta. Penerapan konsep Smart City juga menjadi bagian dari rencana pemerintah dalam program “Gerakan Menuju 100 Smart City” sejak 2017 untuk mengatasi masalah urbanisasi, di mana sekitar 83% penduduk Indonesia akan tinggal di daerah perkotaan pada 2045.
Nah, tapi apa sih sebenarnya Smart City itu? Dan apa pengaruhnya Internet of Things (IoT) pada Smart city? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Smart City?
Smart City atau Kota Cerdas adalah Kota yang menggunakan teknologi digital untuk mengoptimalkan fungsi kota, mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi biaya dan pemakaian konsumsi, serta untuk terlibat lebih aktif dan efektif dengan warganya.
Atau bisa dikatakan, Smart City merupakan sebuah konsep pengembangan kota yang berfokus pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk efisiensi dan kualitas pelayanan kota dalam rangka meningkatkan kualitas hidup warga kota. Sedikitnya ada tiga faktor yang berpengaruh dalam Kota Cerdas, yaitu cerdas ekonomi, cerdas sosial, dan cerdas lingkungan.
Kota cerdas secara ekonomi apabila sebuah kota sudah memiliki perekonomian yang baik dan telah memaksimalkan sumber daya dan sudah menggunakan layanan berupa Teknologi Informasi Komunikasi. Kota cerdas secara sosial dapat dilihat dari masyarakat dalam sebuah kota memiliki keamanan, kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan interaksi sosial dengan sesama masyarakat ataupun dengan pemerintah. Dan kota cerdas lingkungan apabila warga kotanya memiliki tempat tinggal yang layak huni, sehat, hemat dalam penggunaan energi serta pengelolaan energi dengan dukungan layanan Teknologi Informasi Komunikasi, pengelolaan dan peran Sumber Daya Manusia yang baik.
Tujuan dibuat nya Smart City
Dalam pembuatan nya, Smart City tentunya memiliki tujuan utama yaitu membuat kualitas hidup masyarakat dan mengefisienkan operasional kota secara maksimal dengan memanfaatkan teknologi informasi komunikasi. Berikut beberapa tujuan khusus Smart City antara lain:
- Mengurangi Penyebab Yang Merusak Lingkungan
Tujuan Smart City adalah meningkatkan keberlanjutan kota dengan mengurangi dampak lingkungan. Sehingga penggunaan sumber daya yang lebih efisien. Contohnya seperti penggunaan transportasi yang ramah lingkungan, pengelolaan limbah yang tepat, dan menghemat energi.
- Meningkatkan Partisipasi Warga Dalam Pengambilan Keputusan
Dengan adanya Internet pada Smart City, bisa membuat semacam aplikasi atau website yang dapat diakses oleh semua orang. Nah, dalam hal ini, pemerintah bisa langsung menanyakan pendapat masyarakat dan meminta masyarakat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kedepannya dalam membangun sebuah kota bersama sama. Selain itu, pemerintah juga bisa menyediakan akses yang lebih mudah dan transparan ke data dan informasi kota, warga dapat terlibat lebih aktif dalam pembuatan keputusan dan memberikan umpan balik (feedback) yang lebih baik kepada pemerintah.
- Meningkatkan Kualitas Layanan Kota
Dengan menggunakan teknologi pada Smart City, pemerintah bisa meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kota seperti penentuan tata kelola transportasi publik, penerangan jalan, pengelolaan sampah, tata kelola air, dan sistem keamanan. Seperti contoh nya informasi yang bisa diakses dimana saja tentang rute yang bisa dipilih agar terhindar dari kemacetan.
Penerapan Internet of Things (IoT) Pada Smart City
Mungkin kamu pernah mendengar kata IoT atau Internet of Things, tapi apa sih sebenernya IoT itu? Internet of things adalah konsep di mana suatu benda atau objek ditanamkan teknologi-teknologi seperti sensor dan software dengan tujuan untuk berkomunikasi, mengendalikan, menghubungkan, dan bertukar data melalui perangkat lain selama masih terhubung ke internet.
Di Indonesia sendiri, beberapa kota sudah menggunakan konsep ini dan bertransformasi menjadi Smart City. Menurut Solution Architect Ericsson Indonesia, Hilman Halim, untuk operasional perangkat IoT hanya memerlukan tiga elemen utama, yakni:
- Perangkat fisik,
- Jaringan internet, dan
- Aplikasi
Implementasi IoT dalam mewujudkan smart city bisa beraneka ragam, dibatasi hanya oleh imajinasi dan kemampuan dari para pengembangnya. Berikut ini 3 macam penerapan IoT pada smart city, yaitu:
- Manajemen Penggunaan Sumber Daya Energi
Ketika melihat kota besar, pasti tidak terlepas dari gedung gedung yang besar juga. Dengan didirikan nya gedung bertingkat-tingkat, tentunya akan memerlukan sumber daya energi yang besar juga. Penggunaan sumber daya yang terlalu besar bisa dianggap sebagai pemborosan dalam skala nasional. Dalam hal ini, IoT dapat diterapkan untuk bisa mengatur penggunaan sumber daya energi pada sebuah gedung sehingga dapat meminimalisir biaya pengeluaran dan penggunaan sumber daya energi yang dikeluarkan. Selain hemat biaya, kita juga bisa melindungi alam dari kerusakan. Bagaimana IoT bisa berfungsi dalam hal ini? Sebagai contohnya adalah penggunaan AC yang akan mati otomatis jika tidak ada orang didalam ruangan.
- Manajemen Lalu Lintas
Sebuah kota besar juga tidak terlepas dari banyak nya kendaraan yang lalu lalang yang bisa menyebabkan kemacetan atau yang lebih parah nya adalah kecelakaan. Pada hal ini, IoT dapat diaplikasikan untuk mengatasi masalah lalu lintas dengan penerapan sensor di setiap titik jalan yang memberikan informasi akurat dan realtime tentang keadaan lalu lintas, sehingga memudahkan pengemudi untuk diarahkan ke jalan lain atau kendaraan akan mengubah rutenya sendiri secara otomatis. Selain itu, untuk lampu jalan juga, ketika malam lampu jalan bisa otomatis hidup sehingga para pengendara bisa lebih aman ketika melewati sebuah jalan.
- Keamanan dan privasi
IoT yang telah diterapkan sebagai bagian dari peningkatan keamanan di perkotaan adalah dengan pengawasan melalui video atau CCTV. Pengawasan melalui media tersebut memungkinkan polisi untuk memantau aktivitas dari seluruh kota secara real time. Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu menindaklanjuti laporan insiden kejahatan atau melakukan investigasi terhadap orang/kendaraan yang sedang dalam pencarian. Bahkan di Singapura, negara yang terdekat dengan Indonesia telah memanfaatkan sensor dan kamera yang terintegrasi dengan IoT untuk memantau kebersihan ruang publik, kepadatan kerumunan, dan pergerakan kendaraan yang terdaftar.
Nah, itu lah Penerapan Internet of Things (IoT) pada Smart city. Membangun sebuah kota cerdas tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi sebagai warga yang baik, kita juga harus menjaga fasilitas fasilitas yang telah diberikan oleh pemerintah di tempat umum.
Kamu dapat memulai belajar analisis data dan Internet of Things (IoT) di IDS Digital College. Daftar sekarang untuk mempelajari keterampilan ini dan meningkatkan kariermu di bidang teknologi.
