Pentingnya Inovasi dalam Membangun Startup di Negara Berkembang - IDS Digital College

Pentingnya Inovasi dalam Membangun Startup di Negara Berkembang

Untuk membangun startup yang sukses di negara berkembang, Kamu perlu memahami sepenuhnya tentang kompleksitas pasar. Cara Kamu merancang, meluncurkan dan mendanai perusahaan harus terlihat berbeda. Strategi umum yang sering kita lihat berulang kali adalah upaya untuk mereplikasi model bisnis yang sebelumnya berhasil di negara maju. Inovator, pengusaha, dan investor kerap percaya bahwa keberhasilan perusahaan dalam demografi tertentu akan berhasil di negara berkembang, mengingat beberapa penyesuaian budaya dan operasional dibuat untuk beradaptasi dengan kendala pasar yang kurang berkembang. Namun, model ini lebih sering gagal dilakukan di negara berkembang. Produk, teknologi, model, dan product-market fit terbukti berhasil tetapi produknya tidak sampai ke konsumen. Bagian apa yang hilang? Kenyataannya adalah bahwa ekonomi berkembang dan maju diatur oleh lingkungan bisnis yang sangat berbeda. Status ekonomi suatu negara ditentukan oleh faktor pertumbuhan ekonomi. Faktor-faktor ini menentukan kesiapan lingkungan bisnis untuk beradaptasi dengan inovasi dan pada akhirnya membangun startup yang sukses secara sistematis. Di pasar negara maju, lingkungan bisnis yang matang dan infrastruktur yang solid memungkinkan inovasi model bisnis berkembang. Sehingga memungkinkan pengurangan biaya yang efektif, pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan pertumbuhan yang baik. Sebaliknya, pasar negara berkembang seringkali tidak memiliki kemewahan basis infrastruktur yang mapan atau pengembangan industri yang beragam. Sehingga kemungkinan besar startup perlu menciptakan efisiensi yang berdekatan untuk operasi mereka sendiri, yang dapat dicapai oleh inovasi penciptaan pasar. The power of market-creating innovation Untuk membangun startup di negara berkembang, pengusaha harus fokus pada pengembangan pasar baru yang melayani orang-orang yang tidak memiliki produk atau produk yang sebelumnya tidak dapat diakses. Untuk mengembangkan pasar baru dan memberikan akses produk baru pada masyarakat menengah ke atas, penting untuk mengambil pendekatan holistik jangka panjang terhadap proses inovasi. Ide awal di balik Alibaba, eCommerce raksasa China, adalah untuk memberikan akses pada orang luar untuk mendapatkan barang-barang China. Pendiri Alibaba, Jack Ma melihat peluang untuk menargetkan non-konsumsi. Alibaba memahami bahwa jika mereka ingin menjangkau pelanggannya dengan produk utama, mereka perlu membangun infrastruktur untuk mendukungnya. Alibaba membangun infrastruktur bisnis yang dibutuhkan untuk menjangkau pelanggan eCommerce. Dengan membentuk tim multi-disiplin yang terdiri dari logistik, pemasaran, dan keuangan. Alibaba tidak hanya membangun fondasi eCommerce tetapi juga menciptakan divisi layanan lokal yang mendidik UKM tentang cara mengoptimalkan penjualan bisnis online mereka hingga memberi pengguna akses yang lebih baik ke layanan utama eCommerce mereka. Alipay diluncurkan pada tahun 2004 sebagai solusi masalah kepercayaan pembayaran online. Pembayaran ini awalnya dibangun untuk bisnis eCommerce Alibaba dan telah berkembang menjadi salah satu unicorn terbesar di dunia. HUMAN-CENTERED DESIGN untuk Membangun Startup di Negara Berkembang Salah satu keberhasilan Alibaba adalah cepat memahami kebutuhan segmen yang sebelumnya kurang memiliki sumber daya dan investasi. Ini merupakan kunci untuk membangun startup di negara berkembang dengan tingkat kegagalan rendah dan sumber daya yang lebih cepat menyesuaikan produk dengan pasar. Kami telah belajar pentingnya terjun ke lapangan dan melakukan banyak interview secara mendalam dengan orang-orang yang terdampak langsung dari pembangunan startup ini. Alibaba memanfaatkan Human-Centered Design yang memungkinkan untuk lebih terhubung dengan konsumen. Cara ini memungkinan kamu untuk mengubah data menjadi ide yang dapat dikembangkan, membuka peluang baru dan meningkatkan kecepatan serta efektivitas solusi baru. Human-Centered Design adalah metodologi yang diterapkan di berbagai industri dan kategori yang menjadi bagian dari proses membangun startup di negara berkembang. Ketika menggunakan metodologi ini, kamu harus mempertimbangkan beberapa karakteristik berikut ini: Empati:mendekati masalah dengan “beginner’s mind”, menolak bias atau solusi cepat, dan mengeksplorasi subjek secara mendalam dari berbagai sudut. Jadikan masalah pengguna seakan menjadi masalahmu juga. Kreativitas: Berpikir dengan cara yang ekspansif, menjelajahi jalur tak terduga dan koneksi antara satu ide dengan ide lainnya. Jadilah visual, pajang rencana di dinding ruang kerja, berdiskusi dengan tim, membangun model dan prototype. Serta kembangkan ide tim. Rasionalitas: Tentukan komponen penting dari sebuah ide dan jelajahi dengan cara metodis. Membangun prototipe untuk menguji fitur, kemudian mengukur hasil, kembangkan konsep yang dapat memecahkan masalah. Ketika membangun startup di negara berkembang, perhatikan pula keamanan komputer pengguna atau disebut juga Cyber Security. Pastikan kamu memahami tentang cyber security Indonesia. Agar sukses membangun dan mengembangkan startup, yuk belajar lebih jauh tentang cyber security Indonesia di IDS Digital College!

Untuk membangun startup yang sukses di negara berkembang, Kamu perlu memahami sepenuhnya tentang kompleksitas pasar. Cara Kamu merancang, meluncurkan dan mendanai perusahaan harus terlihat berbeda. Strategi umum yang sering kita lihat berulang kali adalah upaya untuk mereplikasi model bisnis yang sebelumnya berhasil di negara maju. Inovator, pengusaha, dan investor kerap percaya bahwa keberhasilan perusahaan dalam demografi tertentu akan berhasil di negara berkembang, mengingat beberapa penyesuaian budaya dan operasional dibuat untuk beradaptasi dengan kendala pasar yang kurang berkembang.

Namun, model ini lebih sering gagal dilakukan di negara berkembang. Produk, teknologi, model, dan product-market fit terbukti berhasil tetapi produknya tidak sampai ke konsumen. Bagian apa yang hilang?

Kenyataannya adalah bahwa ekonomi berkembang dan maju diatur oleh lingkungan bisnis yang sangat berbeda. Status ekonomi suatu negara ditentukan oleh faktor pertumbuhan ekonomi. Faktor-faktor ini menentukan kesiapan lingkungan bisnis untuk beradaptasi dengan inovasi dan pada akhirnya membangun startup yang sukses secara sistematis.

Di pasar negara maju, lingkungan bisnis yang matang dan infrastruktur yang solid memungkinkan inovasi model bisnis berkembang. Sehingga memungkinkan pengurangan biaya yang efektif, pengalaman pelanggan yang lebih baik, dan pertumbuhan yang baik.

Sebaliknya, pasar negara berkembang seringkali tidak memiliki kemewahan basis infrastruktur yang mapan atau pengembangan industri yang beragam. Sehingga kemungkinan besar startup perlu menciptakan efisiensi yang berdekatan untuk operasi mereka sendiri, yang dapat dicapai oleh inovasi penciptaan pasar.

The power of market-creating innovation

Untuk membangun startup di negara berkembang, pengusaha harus fokus pada pengembangan pasar baru yang melayani orang-orang yang tidak memiliki produk atau produk yang sebelumnya tidak dapat diakses.

Untuk mengembangkan pasar baru dan memberikan akses produk baru pada masyarakat menengah ke atas, penting untuk mengambil pendekatan holistik jangka panjang terhadap proses inovasi.

Ide awal di balik Alibaba, eCommerce raksasa China, adalah untuk memberikan akses pada orang luar untuk mendapatkan barang-barang China. Pendiri Alibaba, Jack Ma melihat peluang untuk menargetkan non-konsumsi. Alibaba memahami bahwa jika mereka ingin menjangkau pelanggannya dengan produk utama, mereka perlu membangun infrastruktur untuk mendukungnya.

Alibaba membangun infrastruktur bisnis yang dibutuhkan untuk menjangkau pelanggan eCommerce. Dengan membentuk tim multi-disiplin yang terdiri dari logistik, pemasaran, dan keuangan. Alibaba tidak hanya membangun fondasi eCommerce tetapi juga menciptakan divisi layanan lokal yang mendidik UKM tentang cara mengoptimalkan penjualan bisnis online mereka hingga memberi pengguna akses yang lebih baik ke layanan utama eCommerce mereka.

Baca Juga : Mengenal Proses dan Fase Pendanaan Pada Bisnis Startup

Alipay diluncurkan pada tahun 2004 sebagai solusi masalah kepercayaan pembayaran online. Pembayaran ini awalnya dibangun untuk bisnis eCommerce Alibaba dan telah berkembang menjadi salah satu unicorn terbesar di dunia.

HUMAN-CENTERED DESIGN untuk Membangun Startup di Negara Berkembang

Salah satu keberhasilan Alibaba adalah cepat memahami kebutuhan segmen yang sebelumnya kurang memiliki sumber daya dan investasi. Ini merupakan kunci untuk membangun startup di negara berkembang dengan tingkat kegagalan rendah dan sumber daya yang lebih cepat menyesuaikan produk dengan pasar. Kami telah belajar pentingnya terjun ke lapangan dan melakukan banyak interview secara mendalam dengan orang-orang yang terdampak langsung dari pembangunan startup ini.

Alibaba memanfaatkan Human-Centered Design yang memungkinkan untuk lebih terhubung dengan konsumen. Cara ini memungkinan kamu untuk mengubah data menjadi ide yang dapat dikembangkan, membuka peluang baru dan meningkatkan kecepatan serta efektivitas solusi baru.

Human-Centered Design adalah metodologi yang diterapkan di berbagai industri dan kategori yang menjadi bagian dari proses membangun startup di negara berkembang. Ketika menggunakan metodologi ini, kamu harus mempertimbangkan beberapa karakteristik berikut ini:

  • Empati: mendekati masalah dengan “beginner’s mind”, menolak bias atau solusi cepat, dan mengeksplorasi subjek secara mendalam dari berbagai sudut. Jadikan masalah pengguna seakan menjadi masalahmu juga.
  • Kreativitas: Berpikir dengan cara yang ekspansif, menjelajahi jalur tak terduga dan koneksi antara satu ide dengan ide lainnya. Jadilah visual, pajang rencana di dinding ruang kerja, berdiskusi dengan tim, membangun model dan prototype. Serta kembangkan ide tim.
  • Rasionalitas: Tentukan komponen penting dari sebuah ide dan jelajahi dengan cara metodis. Membangun prototipe untuk menguji fitur, kemudian mengukur hasil, kembangkan konsep yang dapat memecahkan masalah.

Ketika membangun startup di negara berkembang, perhatikan pula keamanan komputer pengguna atau disebut juga Cyber Security. Pastikan kamu memahami tentang cyber security Indonesia. Agar sukses membangun dan mengembangkan startup, yuk belajar lebih jauh tentang cyber security Indonesia di IDS Digital College!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat