Sadar gak? Produk Artificial Intelligence Ini Sering Sekali Kita Gunakan - IDS Digital College

Sadar gak? Produk Artificial Intelligence Ini Sering Sekali Kita Gunakan

Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau bisa disebut juga intelegensi artifisial (Artificial Intelligence) atau hanya disingkat AI, didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. 

Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan kecerdasan buatan sebagai “kemampuan sistem untuk menafsirkan data eksternal dengan benar, untuk belajar dari data tersebut, dan menggunakan pembelajaran tersebut guna mencapai tujuan dan tugas tertentu melalui adaptasi yang fleksibel”.

Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan saraf tiruan dan robotika.

Kecerdasan buatan atau bahasa canggihnya Artificial Intelligence (AI) kini sudah diterapkan di kehidupan sekarang, sadar atau tidak.

Contoh sederhana, Google Lens. Google Lens merupakan teknologi pengenalan gambar yang dikembangkan oleh Google, yang dirancang untuk memunculkan informasi yang relevan terkait objek yang diidentifikasi menggunakan analisis visual.

Seseorang bisa menggunakan Google Lens ini dengan mengambil gambar baru atau gambar yang sudah tersimpan di ponsel. Hanya tinggal memilih apps Google Lens untuk mengaktifkannya, gambar yang diambil atau sudah ada tadi langsung diteliti oleh Google Lens. Seperti merek atau nama sebuah barang.

Google Lens itu salah satu bentuk kecerdasan buatan yang menurut CEO Google Sundar Pichai cukup memberikan orang kemudahan.

Artificial Intelligence atau AI diaplikasikan untuk menunjang aktivitas manusia termasuk aktivitas yang dilakukan di ponsel, umumnya dikenal berupa fitur. Dapat berupa fitur khusus yang ada di ponsel maupun berupa fitur dalam aplikasi lain.

Fitur personal assistant pada I-Phone (Siri) misalnya, menggunakan AI berupa NLP agar dapat memahami bahasa yang diucapkan oleh manusia sehingga dapat mendukung aktivitas penggunanya dalam mengoperasikan ponsel.

Lalu yang menjadi fitur pada aplikasi lain misalnya fitur rekomendasi produk pada aplikasi e-commerce. Rekomendasi yang diberikan dihasilkan dari data perilaku kita selama menggunakan aplikasi tersebut, dipelajari oleh sistem dan diolah menjadi rekomendasi.

Namun tanpa disadari kita semua masih banyak produk Artificial Intelligence yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari kita  , seperti : 

  • Asisten virtual

Siri, Google Now, dan Cortana merupakan asisten virtual yang sudah tersedia dalam tiga platform (iOS, Android, dan Windows Mobile). Secara singkat, asisten virtual membantu kita untuk menemukan informasi dengan menggunakan suara kita. Kamu dapat bertanya, “Di mana restoran terdekat?” atau “Apa jadwal saya hari ini?” pada asisten virtual dari platform yang kamu miliki.

Teknologi AI sangat penting bagi aplikasi-aplikasi ini. Teknologi ini berusaha mengumpulkan informasi dan mengenali suara kamu agar dapat menyuguhkan hasil yang sesuai dengan keinginanmu.

  • Iklan produk daring

Pernah menemukan iklan-iklan dari barang yang kamu cari atau lihat sebelumnya di situs belanja daring? Iklan-iklan tersebut muncul berkat teknologi AI dan algoritme khusus yang menganalisis produk yang mungkin kamu beli berdasarkan kata kunci yang kamu masukkan atau produk terakhir yang dilihat di situs belanja.

Penggunaan AI sulit untuk dielakkan dari kehidupan sehari-hari, apalagi di era digital saat ini. Memang, teknologi berbasis AI dapat membantu kamu untuk bekerja lebih baik. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa teknologi ini juga memiliki risiko untuk menembus batas privasi kamu. Untuk itu, bijaklah setiap kali kamu mengunduh sesuatu atau memasukkan informasi di dunia maya.

  • Pelayan konsumen virtual

Hampir semua situs belanja daring berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan, termasuk menyediakan fitur pelayan konsumen atau customer service. Namun, tak semua situs belanja memiliki karyawan khusus yang fokus mengerjakan hal itu. Oleh karena itu, kehadiran AI sangat diperlukan.

Kamu dapat menemukan situs-situs belanja daring yang menerapkan fitur chatbot untuk merespons masukan atau pertanyaan kamu secara otomatis. Fitur berbasis teknologi AI ini dapat memahami bahasa dan pilihan kata yang kamu gunakan untuk menemukan keinginan kamu. Fitur ini dikembangkan dari salah satu cabang ilmu AI, yaitu pemrosesan bahasa alami atau natural language processing (NLP).

  • Layanan musik dan film daring

Pernah menggunakan Spotify, Pandora, atau Netflix? Berarti kamu pernah menggunakan produk AI. Aplikasi penyedia layanan streaming musik dan film biasanya memiliki fitur untuk merekomendasikan judul musik atau film sesuai minat atau berdasarkan musik atau film yang kamu pilih sebelumnya.

Dengan menggunakan algoritme khusus, aplikasi-aplikasi ini mempelajari musik atau film pilihan kamu untuk mengenali seleramu. Misalnya, untuk mengenali sebuah lagu memiliki vokal yang dinamis, petikan gitar akustik, dan dimainkan pada kunci nada yang rendah. Apabila kamu memutar beberapa lagu dengan karakteristik tersebut, kamu akan mendapat rekomendasi lagu lain dengan karakteristik serupa.

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat