Sering Disepelekan, Ini Penyebab Bocornya Data Startup di Indonesia - IDS Digital College

Sering Disepelekan, Ini Penyebab Bocornya Data Startup di Indonesia

Dunia digital tidak lepas dengan penemuan kebocoran data di sebuah platform atau aplikasi. Setidaknya dalam 10 tahun terakhir, sudah banyak kasus kebocoran yang merugikan banyak pihak. Salah satunya platform dagang-el berstatus unicorn asal Indonesia yang alami kasus tersebut di pertengahan tahun 2019 lalu. Tak tanggung-tanggung, belasan juta data konsumen diperkirakan bocor.

Menurut Ahli Forensik Digital Ruby Alamsyah yang dikutip dari Bisnis.com, data yang bocor dipastikan fantastis, lantaran berisikan nama lengkap, email, tanggal lahir, password, hingga alamat IP. Kendati password dalam keadaan terenkripsi, tetap saja mengkhawatirkan. Mirisnya lagi, data tersebut diperdagangkan di dark web dan deep web dengan harga sekitar Rp 20 jutaan. Melihat kasus tersebut, apa sebenarnya penyebab bocornya data startup di Indonesia ini? 

Penyebab Bocornya Data

Isu kebocoran data cukup menghebohkan banyak pihak. Beberapa startup yang disinyalir mengalami kegagalan dalam penyimpanan data pengguna ramai menjadi subyek pembahasan di media sosial. Namun, tidak sedikit dari mereka yang mengumumkan jika kondisi keamanan pengguna aman dari peretas. Salah satunya Tokopedia, dimana penggunanya merasa ada pihak ketiga yang mengakses data pribadinya. Pihak Tokopedia sendiri membantah jika data konsumennya bocor. Mereka tidak menemukan adanya pembobolan data oleh pihak ketiga terhadap data pengguna.

Begitu pula dengan Bukalapak. Menurut The Hacker News, 13 juta akun diretas dan diduga dijual di dark web. Data tersebut merupakan milik pengguna lama yang sudah bergabung sejak tahun 2017. Jika dalam periode tersebut pengguna Bukalapak sempat dan sering mengganti kata sandi, kemungkinan besar data pribadi masih dalam kondisi aman. 

Kasus kebocoran ini tidak hanya meliputi data startup di Indonesia dan situs e-commerce, tapi juga layanan sosial seperti Jobstreet, Linkedin, Yahoo, Google hingga sistem informasi data alumni. Penyebab bocornya data sendiri terdiri dari beberapa faktor. Pertama, sistem keamanan jaringan yang masih kurang. Cyber Security sering disepelekan untuk digunakan. Mereka menganggap data startup di Indonesia aman tanpa menyadari jika serangan siber bisa dari mana saja.

Faktor kedua adalah kurangnya kesadaran tiap individu untuk menyimpan data dengan hati-hati. Baik file penting maupun foto dan video pribadi. Termasuk juga asal menggunakan piranti dan dimasukkan ke dalam perangkat komputer berisi data penting. 

Pencegahan untuk Mengurangi Peretasan

Untuk mengurangi angka peningkatan kebocoran data startup di Indonesia sebenarnya sangat mudah. Namun, harus konsisten dilakukan oleh semua pihak, baik tiap individu, perusahaan maupun pemerintah. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan antara lain

Pencegahan dari Segi Individu

  1. Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi yang tidak aman
  2. Mematikan layanan lokasi jika tidak digunakan
  3. Mengubah kata sandi secara berkala, baik di email maupun akun media sosial.
  4. Menggunakan VPN jika mengakses server dari luar kantor

Pencegahan dari Segi Perusahaan

  1. Penggunaan cyber security untuk platform yang dijalankan
  2. Menggunakan teknologi enkripsi untuk mengamankan data pengguna
  3. Menutup port server kantor yang tidak terpakai
  4. Lakukan pemantauan rutin untuk mencegah pencurian data secara berkala.

Amat penting untuk melindungi data pribadi dari kebocoran. Apalagi jika berurusan dengan data startup di Indonesia yang cukup beresiko. Tidak hanya dari perusahaan, pencegahan juga perlu dilakukan dari diri sendiri. 

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat