Simple Banget! Ternyata Gini Cara Mengamankan Akun Zoom Biar Nggak Diretas - IDS Digital College

Simple Banget! Ternyata Gini Cara Mengamankan Akun Zoom Biar Nggak Diretas

Penerapan jarak sosial dan karantina selama pandemi, membuat orang-orang dengan cepat mencari cara efektif buat berkomunikasi satu sama lain. Maka nggak heran kalau aplikasi Zoom jadi populer karena menawarkan kemudahan dalam penggunaannya. Namun, tak sedikit juga yang khawatir karena mereka tahu kalau pengembang Zoom tidak sepenuhnya siap dalam hal keamanan. Apalagi, tingkat cyber security Indonesia masih sangat rendah. Sehingga, kekurangan tersebut membuat orang ragu. Tapi, perusahaan telah menangani kendala tersebut dengan cepat. Berikut tips keamanan dan privasi buat pengguna Zoom yang harus kamu simak. Lindungi Akun Dalam membuat akun, kamu harus menerapkan dasar-dasar perlindungannya. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik, terapkan otentikasi dua faktor, sehingga akun lebih sulit untuk diretas dan lebih terlindungi, bahkan jika data akun Anda bocor. Kamu bisa ikuti langkah-langkahnya, yaitu setelah mendaftar pengguna akan membuat kata sandi dan mendapatkan ID Rapat Pribadi. Hindari membuatnya menjadi publik. Pasalnya, Zoom menawarkan opsi untuk membuat rapat publik dengan ID Rapat Pribadi, jadi bakal cukup mudah untuk membocorkan ID tersebut. Selalu bagikan informasi ini dengan hati-hati, ya. Gunakan Email Kantor Ketika Mendaftar Zoom Kesalahan yang sering dijumpai pada Zoom (yang saat ini belum diperbaiki) yaitu layanan mempertimbangkan email dari domain yang sama, kecuali domain yang benar-benar umum seperti @ gmail.com atau @ yahoo.com. Jadi, jika ingin mendaftar Zoom lebih baik gunakan email kantor. Kalau tidak memiliknya, gunakan akun burner dengan domain publik terkenal untuk menjaga kerahasiaan detail kontak pribadi. Jangan Sampai Tertipu Aplikasi Zoom Palsu Seperti yang ditemukan oleh peneliti keamanan Kaspersky Denis Parinov, bulan Maret ini terdapat jumlah file berbahaya yang menyertakan nama layanan konferensi video populer (Webex, GoToMeeting, Zoom, dan lainnya)dalam nama file mereka. Itu telah meningkat sebanyak tiga kali lipat dibanding dengan angka-angka yang dia temukan dari bulan ke bulan atau tahun sebelumnya. Kemungkinan besar, penjahat siber meningkatkan penyalahgunaan mereka berdasarkan popularitas Zoom dan aplikasi sejenis lainnya dengan mencoba menyamarkan malware sebagai klien konferensi video. Kamu jangan sampai tertipu. Selalu unduh zoom di situs web resmi yaitu Zoom.us, ya. Jangan Sembarangan Berbagi Tautan konferensi Terkadang, kamu yang ingin mengadakan konferensi di banyak tempat, Zoom jadi tempat yang lebih menarik banyak orang. Meski konferensi tersebut diperuntukkan untuk umum, kamu harus berhati-hati dalam membagikan tautan di media sosial agar terhindar dari Zoombombing. Istilah tersebut digunakan jurnalis untuk menggambarkan troll yang mengganggu rapat Zoom dengan konten menyinggung. Jika kamu ingin membagikannya ke publik, pastikan tidak mengaktifkan opsi Gunakan ID Rapat Pribadi. Lindungi Setiap Rapat dengan Kata Sandi Menyiapkan kata sandi untuk rapat merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa hanya orang yang kamu inginkan dalam rapat saja yang bisa hadir. Baru-baru ini Zoom mengaktifkan perlindungan kata sandi secara default. Karena itu, jangan bingung antara kata sandi rapat dengan kata sandi akun Zoom kamu. Dalam tautan pertemuan, kata sandi tidak boleh muncul di media sosial atau platform publik lainnya. Upaya yang kamu lakukan untuk menghindari troll bisa sia-sia. Beberapa tips mengamankan akun Zoom tadi langsung diterapkan, ya. Kalau dibiarkan, bisa-bisa malah rugi. Kemungkinan terburuknya, data pribadi kamu bisa dicuri. Kalau sederet langkah tadi dilakukan, maka tingkat cyber security Indonesia bakal meningkat meskipun perlahan. Gimana, gampang banget kan? Kalau kamu ingin mendalami soal keamanan siber, bisa banget buat kuliah dengan mengambil program S1 Cyber Security di International Design School. Daftarkan diri kamu sekarang, ya!

Penerapan jarak sosial dan karantina selama pandemi, membuat orang-orang dengan cepat mencari cara efektif buat berkomunikasi satu sama lain. Maka nggak heran kalau aplikasi Zoom jadi populer karena menawarkan kemudahan dalam penggunaannya. 

Namun, tak sedikit juga yang khawatir karena mereka tahu kalau pengembang Zoom tidak sepenuhnya siap dalam hal keamanan. Apalagi, tingkat cyber security Indonesia masih sangat rendah. Sehingga, kekurangan tersebut membuat orang ragu. Tapi, perusahaan telah menangani kendala tersebut dengan cepat. Berikut tips keamanan dan privasi buat pengguna Zoom yang harus kamu simak. 

  • Lindungi Akun

Dalam membuat akun, kamu harus menerapkan dasar-dasar perlindungannya. Gunakan kata sandi yang kuat dan unik, terapkan otentikasi dua faktor, sehingga akun lebih sulit untuk diretas dan lebih terlindungi, bahkan jika data akun Anda bocor. 

Kamu bisa ikuti langkah-langkahnya, yaitu setelah mendaftar pengguna akan membuat kata sandi dan mendapatkan ID Rapat Pribadi. Hindari membuatnya menjadi publik. Pasalnya, Zoom menawarkan opsi untuk membuat rapat publik dengan ID Rapat Pribadi, jadi bakal cukup mudah untuk membocorkan ID tersebut. Selalu bagikan informasi ini dengan hati-hati, ya.

  • Gunakan Email Kantor Ketika Mendaftar Zoom

Kesalahan yang sering dijumpai pada Zoom (yang saat ini belum diperbaiki) yaitu layanan mempertimbangkan email dari domain yang sama, kecuali domain yang benar-benar umum seperti @ gmail.com atau @ yahoo.com. Jadi, jika ingin mendaftar Zoom lebih baik gunakan email kantor. Kalau tidak memiliknya, gunakan akun burner dengan domain publik terkenal untuk menjaga kerahasiaan detail kontak pribadi.

  • Jangan Sampai Tertipu Aplikasi Zoom Palsu

Seperti yang ditemukan oleh peneliti keamanan Kaspersky Denis Parinov, bulan Maret ini terdapat jumlah file berbahaya yang menyertakan nama layanan konferensi video populer (Webex, GoToMeeting, Zoom, dan lainnya)dalam nama file mereka. Itu telah meningkat sebanyak tiga kali lipat dibanding dengan angka-angka yang dia temukan dari bulan ke bulan atau tahun sebelumnya. 

Kemungkinan besar, penjahat siber meningkatkan penyalahgunaan mereka berdasarkan popularitas Zoom dan aplikasi sejenis lainnya dengan mencoba menyamarkan malware sebagai klien konferensi video. Kamu jangan sampai tertipu. Selalu unduh zoom di situs web resmi yaitu Zoom.us, ya. 

  • Jangan Sembarangan Berbagi Tautan konferensi

Terkadang, kamu yang ingin mengadakan konferensi di banyak tempat, Zoom jadi tempat yang lebih menarik banyak orang. Meski konferensi tersebut diperuntukkan untuk umum, kamu harus berhati-hati dalam membagikan tautan di media sosial agar terhindar dari Zoombombing. Istilah tersebut digunakan jurnalis untuk menggambarkan troll yang mengganggu rapat Zoom dengan konten menyinggung. Jika kamu ingin membagikannya ke publik, pastikan tidak mengaktifkan opsi Gunakan ID Rapat Pribadi. 

Baca Juga : Serangan Siber Kian Mengkhawatirkan, Awas! Akun Rentan Diretas

  • Lindungi Setiap Rapat dengan Kata Sandi

Menyiapkan kata sandi untuk rapat merupakan cara terbaik untuk memastikan bahwa hanya orang yang kamu inginkan dalam rapat saja yang bisa hadir. Baru-baru ini Zoom mengaktifkan perlindungan kata sandi secara default. Karena itu, jangan bingung antara kata sandi rapat dengan kata sandi akun Zoom kamu. Dalam tautan pertemuan, kata sandi tidak boleh muncul di media sosial atau platform publik lainnya. Upaya yang kamu lakukan untuk menghindari troll bisa sia-sia. 

Beberapa tips mengamankan akun Zoom tadi langsung diterapkan, ya. Kalau dibiarkan, bisa-bisa malah rugi. Kemungkinan terburuknya, data pribadi kamu bisa dicuri. Kalau sederet langkah tadi dilakukan, maka tingkat cyber security Indonesia bakal meningkat meskipun perlahan. 

Gimana, gampang banget kan? Kalau kamu ingin mendalami soal keamanan siber, bisa banget buat kuliah dengan mengambil program S1 Cyber Security di International Design School. Daftarkan diri kamu sekarang, ya!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat