Singapura Alami Krisis Bakat di Tengah Berkembangnya Dunia Digital, Kok Bisa? - IDS Digital College

Singapura Alami Krisis Bakat di Tengah Berkembangnya Dunia Digital, Kok Bisa?

Perkembangan di dunia teknologi sudah jadi hal biasa di masa semua pekerjaan terasa mudah karena dibantu oleh alat-alat canggih. Meski begitu, bukan berarti tak ditemui kendala. Bahkan, negara maju seperti Singapura ikut dihadapi dengan sejumlah masalah. Salah satunya krisis talent atau bakat. Seperti yang dialami oleh Xiao Yuguang, seorang software engineer yang kewalahan karena direkrut oleh banyak perusahaan. Lalu, langkah apa yang diambil Singapura?

 

Direkrut Oleh Banyak Perusahaan

Xiao Yuguang merupakan seorang software engineer yang karirnya menanjak setelah meluluskan pendidikannya di tahun 2014 dengan gelar teknik komputer. Atas kemampuannya, sebanyak tiga perekrut menawarkan pekerjaan setiap harinya. Namun, ia memilih untuk mengabaikan tawaran itu.

 

Keahlian Xiao tak diragukan lagi, ia pun pernah bergabung dengan perusahaan besar seperti TikTok, Bytedance, setelah beberapa tahun bersama Grab di Asia Tenggara. Dikutip dari Reuters, “Bukannya aku ingin sering berganti pekerjaan,” kata Xiao.

 

Krisis Bakat

Singapura punya tujuan untuk jadi pusat teknologi regional. Tapi, negara ini dihadapi dengan permasalahan seperti krisis bakat cukup parah karena banyaknya perusahaan yang masuk. Keberadaan perusahaan berkembang, seperti Tencent China, Zoom Video Communications, Grab, Sea Ltd dan lainnya di Singapura memicu perang bakat teknologi di negara itu. Alhasil, tingkat pengangguran mencapai level tertinggi dalam 16 tahun karena resesi dari pandemi Corona juga.

 

“Perusahaan anggota tertentu telah memperluas operasi mereka … dan mencari untuk mempekerjakan lebih banyak ilmuwan data, lebih banyak pembuat kode,” ucap Lei Hsien-Hsien, kepala eksekutif di Kamar Dagang Amerika di Singapura. “Jadi permintaan sangat kuat tetapi pasokan relatif lemah, yang kemudian memperlambat beberapa rencana ekspansi,” tambahnya.

 

Banjir Lowongan Pekerjaan

Setidaknya ada 500 lowongan teknologi baru diposting setiap minggu di situs pekerjaan, menurut NodeFlair, yang membantu mempekerjakan bisnis e-commerce Shopee, Bytedance, dan Sea. Sektor komunikasi informasi bakal membutuhkan 60.000 pekerja profesional lain untuk tiga tahun ke depan.

 

Kementerian Komunikasi angkat bicara dengan mengatakan hampir 10.000 lowongan pekerjaan terkait teknologi di portal karir yang dikelola pemerintah. Selain itu, juga 6.800 pekerjaan dan pelatihan lain dibuat pada bulan Juni 2021 lewat Kementerian Industri.

 

Kebijakan yang diterapkan karena virus Corona seperti pembatasan pekerja asing yang lebih ketat, menunda perekrutan di luar negeri. Dikatakan oleh beberapa headhunter, ini bisa memperburuk kekurangan. Pekerja profesional meminta kenaikan gaji hingga 30% saat berganti pekerjaan. Pemerintah mengambil langkah dengan melatih kembali ribuan orang dengan keterampilan teknologi sementara. Jumlah siswa yang mengikuti kursus IT di perguruan tinggi Singapura telah meningkat sebanyak 17% selama tiga tahun terakhir dan menjadi sekitar 7.600 untuk tahun akademik 2020.

 

Terpukul Karena Pandemi

Dewan Pengembangan Ekonomi (EDB) punya berbagai program untuk mengatasi kekurangan keterampilan ini dengan mendatangkan bakat dari luar negeri dan visa kerja baru untuk eksekutif teknologi papan atas. “Kami terus berupaya memastikan perusahaan yang didirikan di sini memiliki akses ke tenaga kerja Singapura yang kuat dilengkapi dengan tenaga kerja asing yang beragam,” sebut Direktur Pelaksana Chng Kai Fong.

 

Visa kerja yang diluncurkan dibatasi hingga 500 peserta disertai kriteria yang ketat. Perusahaan menemukan cara untuk mengatasinya. Platform hadiah belanja ShopBack berupaya mengalokasikan kembali beban kerja ke teknisi yang ada untuk memenuhi permintaan baru.

 

Perekonomian terbuka di Singapura terpukul oleh pandemi, khususnya maskapai penerbangan dan pariwisata. Mantan pramugari Singapore Airlines, Alloysius Lee merasa bersyukur karena memutuskan untuk mempelajari analitik data. “Saya merasa beruntung … Saya menghabiskan beberapa tahun terakhir ini untuk belajar dan mengambil keterampilan baru,” kata Lee, 32 tahun.

Perkembangan dunia digital yang pesat bikin kamu harus tingkatkan kualitas diri dan skill untuk jadi Software Engineer profesional. Kamu bisa ambil program kuliah sambil kerja Software Engineering di IDS Digital College. Tunggu apalagi, yuk daftarkan dirimu segera!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat