Waspada! Ini Dia 7 Celah Umum dalam Cyber Security - IDS Digital College

Waspada! Ini Dia 7 Celah Umum dalam Cyber Security

Penggunaan internet yang semakin tinggi di tengah pandemi juga diikuti dengan meningkatnya jumlah serangan cyber. Oleh karena itu masing-masing pemilik bisnis harus meningkatkan pertahanan keamanan mereka untuk melindungi “data” perusahaan sebagai aset terpenting. Dalam upaya melindungi data perusahaan, para pemilik bisnis sebaiknya tahu, apa saja celah Cyber Security Indonesia yang ada. Dikutip dari webinar Tales from the Dark Web, oleh Paul Jackson. Berikut 7 celah cyber security yang sering dihadapi berbagai organisasi. 1. Ancaman “Unknown” Ancaman yang tidak dikenal adalah salah satu celah cyber security yang banyak dialami oleh organisasi. Supaya siap menghadapi celah ini, perusahaan atau organisasi harus mengenali resiko yang dihadapi. Ikuti berbagai perkembangan terbaru tentang kasus cyber security. Carilah informasi intelijen dari dark web untuk mengetahui apa yang menjadi ancaman bagi mereka. 2. Ketidaksiapan Peningkatan insiden cyber di kawasan Asia Pasifik dan belahan dunia lain membuat banyak organisasi sudah tak sanggup untuk membendungnya. Sebaiknya pemeriksaan terhadap pertahanan keamanan masing-masing organisasi dan perusahaan harus dilakukan sebelum terjadinya serangan. Kegagalan dalam antisipasi ini, bisa menyebabkan kerugian besar yang dapat membuat para pebisnis sulit untuk mempertahankan bisnisnya. 3. Mengetahui tipe penyerangan cyber Anggap saja serangan cyber sudah berhasil masuk dalam jaringan perusahaan dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, Organisasi dan perusahaan disarankan untuk mencari ancaman (threat hunting) berkelanjutan supaya bisa menghadang upaya yang sedang dilakukan oleh hacker. Threat hunting yang tepat bisa dilakukan bila ada sistem yang tepat melalui pencarian di Dark Web untuk memahami mata rantai yang lemah dan di bagian mana ranah perusahaan/organisasi terekspose. 4. Kurangnya pemantauan Untuk memastikan bahwa ancaman dikenali sedini mungkin, perusahaan atau organisasi harus memastikan mereka memiliki solusi pemantauan yang tepat. Adanya keganjilan sedikit saja harus diamati dengan cermat. Jadikan keganjilan tersebut sebagai hal yang mencurigakan supaya bisa meminimalisir kerentanan perusahaan terhadap serangan cyber. 5. Rentan curang Jika sebuah proses melibatkan manusia didalamnya, maka proses tersebut bisa jadi rentan dengan penipuan dan adanya penyalahgunaan. Pemantauan yang kurang tepat pada cyber security bisa membahayakan proses bisnis yang berlangsung dalam perusahaan. 6. Bagaimana keamanan smartphone di rumah atau saat bepergian Era digital dan modern saat ini, sangat lazim jika karyawan bekerja sambil mobile, di rumah, atau di luar kantor. Ini berarti jangkauan cyber security tiap perusahaan harus diperluas sehingga juga berfungsi di area kantor. Keamanan pada smartphone karyawan serta laptop juga harus dijaga, mereka juga harus di info mengenai resiko yang ada serta bagaimana cara menangani adanya resiko cyber security nanti. 7. Resiko dari vendor Selain dari sistem internal dan karyawan, penting juga memastikan bagaimana kredibilitas vendor yang bekerja dengan perusahaan Anda. Pastikan mereka memiliki langkah pengamanan dan kebijakan cyber security yang prima. Perusahaan atau organisasi harus memiliki standar, dan metode untuk menilai bagaimana tingkat keamanan vendor tersebut demi meminimalisir kemungkinan adanya celah keamanan untuk mengakses jaringan milik perusahaan/organisasi. Semua organisasi, baik itu organisasi besar atau kecil sama-sama harus memiliki kesiapan untuk menghadapi pelanggaran cyber. Kemampuan menghentikan serangan ini bisa mencegah organisasi atau perusahaan menerima kerugian dalam jumlah besar. Bagi kamu yang interest dengan dunia Cyber Security Indonesia, International Design College menyediakan program kerja sambil kuliah dengan Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Mengenai informasi pendaftaran, bisa kamu lihat di halaman ini!

Penggunaan internet yang semakin tinggi di tengah pandemi juga diikuti dengan meningkatnya jumlah serangan cyber. Oleh karena itu masing-masing pemilik bisnis harus meningkatkan pertahanan keamanan mereka untuk melindungi “data” perusahaan sebagai aset terpenting. 

Dalam upaya melindungi data perusahaan, para pemilik bisnis sebaiknya tahu, apa saja celah Cyber Security Indonesia yang ada. Dikutip dari webinar Tales from the Dark Web, oleh Paul Jackson. Berikut 7 celah cyber security yang sering dihadapi berbagai organisasi.]

1. Ancaman “Unknown”

Ancaman yang tidak dikenal adalah salah satu celah cyber security yang banyak dialami oleh organisasi. Supaya siap menghadapi celah ini, perusahaan atau organisasi harus mengenali resiko yang dihadapi. Ikuti berbagai perkembangan terbaru tentang kasus cyber security. Carilah informasi intelijen dari dark web untuk mengetahui apa yang menjadi ancaman bagi mereka.

2. Ketidaksiapan

Peningkatan insiden cyber di kawasan Asia Pasifik dan belahan dunia lain membuat banyak organisasi sudah tak sanggup untuk membendungnya. Sebaiknya pemeriksaan terhadap pertahanan keamanan masing-masing organisasi dan perusahaan harus dilakukan sebelum terjadinya serangan. Kegagalan dalam antisipasi ini, bisa menyebabkan kerugian besar yang dapat membuat para pebisnis sulit untuk mempertahankan bisnisnya.

3. Mengetahui tipe penyerangan cyber

Anggap saja serangan cyber sudah berhasil masuk dalam jaringan perusahaan dan sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang, Organisasi dan perusahaan disarankan untuk mencari ancaman  (threat hunting) berkelanjutan supaya bisa menghadang upaya yang sedang dilakukan oleh hacker. Threat hunting yang tepat bisa dilakukan bila ada sistem yang tepat melalui pencarian di Dark Web untuk memahami mata rantai yang lemah dan di bagian mana ranah perusahaan/organisasi terekspose.

4. Kurangnya pemantauan

Untuk memastikan bahwa ancaman dikenali sedini mungkin, perusahaan atau organisasi harus memastikan mereka memiliki solusi pemantauan yang tepat. Adanya keganjilan sedikit saja harus diamati dengan cermat. Jadikan keganjilan tersebut sebagai hal yang mencurigakan supaya bisa meminimalisir kerentanan perusahaan terhadap serangan cyber.

5. Rentan curang 

Jika sebuah proses melibatkan manusia didalamnya, maka proses tersebut bisa jadi rentan dengan penipuan dan adanya penyalahgunaan. Pemantauan yang kurang tepat pada cyber security bisa membahayakan proses bisnis yang berlangsung dalam perusahaan.

6. Bagaimana keamanan smartphone di rumah atau saat bepergian

Era digital dan modern saat ini, sangat lazim jika karyawan bekerja sambil mobile, di rumah, atau di luar kantor. Ini berarti jangkauan cyber security tiap perusahaan harus diperluas sehingga juga berfungsi di area kantor. Keamanan pada smartphone karyawan serta laptop juga harus dijaga, mereka juga harus di info mengenai resiko yang ada serta bagaimana cara menangani adanya resiko cyber security nanti.

7. Resiko dari vendor 

Selain dari sistem internal dan karyawan, penting juga memastikan bagaimana kredibilitas vendor yang bekerja dengan perusahaan Anda. Pastikan mereka memiliki langkah pengamanan dan kebijakan cyber security yang prima. Perusahaan atau organisasi harus memiliki standar, dan metode untuk menilai bagaimana tingkat keamanan vendor tersebut demi meminimalisir kemungkinan adanya celah keamanan untuk mengakses jaringan milik perusahaan/organisasi. 

Baca Juga : Mengenal Apa Itu ‘Threat Intelligence’ Dalam Cyber Security

Semua organisasi, baik itu organisasi besar atau kecil sama-sama harus memiliki kesiapan untuk menghadapi pelanggaran cyber. Kemampuan menghentikan serangan ini bisa mencegah organisasi atau perusahaan menerima kerugian dalam jumlah besar. 

Bagi kamu yang interest dengan dunia Cyber Security Indonesia, International Design College menyediakan program kerja sambil kuliah dengan Jurusan Sistem Informasi dan Jurusan Teknik Informatika. Mengenai informasi pendaftaran, bisa kamu lihat di halaman ini!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat