Waspada, Kamera CCTV Juga Bisa Disusupi Hacker - IDS Digital College

Waspada, Kamera CCTV Juga Bisa Disusupi Hacker

Kejahatan yang terus meningkat membuat situasi jadi kurang aman. Kamu tidak bisa selalu mengandalkan polisi setiap saat. Maka itu, perlu adanya pengamanan yang lebih ketat. Mempekerjakan satpam untuk menjaga rumah tampak membutuhkan biaya yang tak sedikit. Alasan tersebut menjadikan banyak orang memilih menggunakan CCTV sebagai alternatif karena dianggap lebih efisien. 

Namun, bukan berarti setelah memasangnya keadaan jadi lebih aman, bisa jadi sebaliknya. Saat ini bentuk kejahatan bermacam-macam. Bahkan CCTV saja bisa diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebelum memilih untuk pasang CCTV, berikut beberapa hal yang harus kamu pahami.

1. Kamera CCTV Rentan Diserang Hacker

Berdasarkan hasil analisis yang pernah dilakukan oleh banyak periset keamanan, kebanyakan kamera CCTV cenderung memiliki kerentanan keamanan pada tingkatan yang berbeda-beda. Dalam penelitian terbaru, para ahli Kaspersky Lab (perusahaan yang membuat produk atau perangkat lunak antivirus) menemukan sesuatu yang luar biasa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan tidak hanya satu, namun seluruh lini kamera CCTV dari produsen tertentu rentan terhadap sejumlah serangan jarak jauh yang bisa merusak.

Peran dari kamera CCTV terbilang penting dan praktis karena fitur yang disediakan. Kamu dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan seperti memonitor bayi atau sebagai sistem pengawasan yang bisa mendeteksi adanya penyusup. Namun, bisa berbahaya jika diretas dan disalahgunakan.

Hampir sebanyak 2.000 kamera rentan teridentifikasi bekerja secara online. Serangan hacker yang mendapatkan akses jarak jauh terhadap rekaman video dan audio dari kamera pengawas (CCTV) hanya mungkin dilakukan jika penyerang mengetahui nomor seri kamera. Cara untuk menemukan nomor seri relatif mudah yaitu dengan serangan brute force yang sederhana sistem pendaftaran kamera tidak memiliki proteksi terhadap serangan tersebut. Jumlah kamera yang rentan bisa meningkat.

Celah bisa dieksploitasi dengan cara buffer overflow, yang berpotensi menyebabkan kamera shutdown. Oleh karena itu, banyak dari produsen mulai memperbaiki permasalahan tersebut. Kaspersky Lab mendukung para produsen untuk meningkatkan keamanan siber dan cara menangani risiko ancaman yang datang.

2. Ancaman Keamanan

Infeksi pada malware dan botnet cukup rentan untuk diretas. Kaspersky Lab menemukan bahwa kamera pengawas dapat dimanfaatkan untuk penambangan (mining). Mining merupakan salah satu jenis ancaman keamanan utama yang harus dihadapi bisnis. IoT (internet of things) mining merupakan tren yang muncul karena meningkatnya prevalensi perangkat IoT dan jumlahnya akan terus bertambah.

Memperbaiki kerentanan pada kamera pengawas, termasuk mengunggah dan meluncurkan kode berbahaya sewaktu-waktu dari kamera jarak jauh merupakan langkah yang tepat untuk dilakukan saat ini. Melakukan pembaruan pada firmware juga penting. Tidak hanya menambah fitur baru, tapi juga meningkatkan keamanan perangkat. Upaya tersebut membuat perangkat terlindungi dengan cara yang paling mutakhir.

3. Tips Agar Tidak Diretas

Kaspersky menyarankan para pengguna untuk mengganti password default agar tetap terlindungi. Gunakan kombinasi angka dan huruf yang kompleks serta turut memperbaruinya secara berkala. Hal tersebut akan membuat penyusup kesulitan untuk memasukinya karena harus berhadapan dengan keamanan jaringan, keamanan kamera, username dan password. Bahkan, jika IP kamera berhasil diretas, kamu dapat mengetahuinya karena setiap produsen sistem keamanan memiliki fitur pertahanan yang mumpuni.

Kemudian, perhatikan masalah keamanan perangkat yang terkoneksi sebelum membeli perangkat cerdas lainnya untuk rumah atau kantor. Informasi tentang kerentanan yang ditemukan dan di patch biasanya tersedia secara online dan mudah untuk ditemukan.  

Posted in: News

Comments (No Responses )

No comments yet.


WhatsApp chat