Cara Membedakan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn Pada Istilah Startup - IDS Digital College

Cara Membedakan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn Pada Istilah Startup

Berkembangnya perusahaan rintisan atau yang dikenal dengan istilah startup, membuat banyak generasi milenial yang tergiur untuk berkarir di sana. Pekerjanya pun kebanyakan diisi oleh anak-anak muda atau fresh graduate. Tak sedikit juga yang kerja sambil kuliah untuk mengasah skill dan terjun secara profesional di bidangnya. Namun, bagi kamu yang masih asing dan tidak mengerti banyak tentang startup, ada beberapa istilah yang perlu untuk dipahami misalnya seperti Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn. Apasih perbedaannya? Simak buat cari tau, yuk! Pengertian Unicorn Unicorn merupakan istilah yang sering diberikan kepada perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 140 triliun. Maksud dari valuasi adalah nilai ekonomi dari bisnis yang dijalankan perusahaan startup. Angka valuasi tersebut dijadikan ukuran terkait potensi bisnis perusahaan startup itu sendiri. Bagi yang belum terlalu paham akan dunia startup, istilah Unicorn masih dianggap asing. Padahal, sebutan semacam ini sudah muncul sejak tahun 2013 dan diperkenalkan oleh seorang venture capitalist bernama Aileen Lee. Beberapa perusahaan startup Indonesia yang masuk ke dalam golongan Unicorn, di antaranya: Tokopedia, nilai valuasi mencapai US$ 7 miliar dan diperoleh didapatkan pada Desember 2018 GO-JEK, nilai valuasi US$ 6.6 miliar yang diperoleh pada Agustus 2018 Traveloka, nilai valuasi US$ 2 miliar yang didapat pada Februari 2018 Bukalapak, nilai valuasi US$ 1,2 miliar yang didapat pada Februari 2018 Pengertian Decacorn Istilah Decacorn diperuntukkan bagi perusahaan startup yang memiliki valuasi lebih dari US $ 10 miliar, yaitu 10 kali lipat lebih besar dari Unicorn. Saat ini, di Indonesia baru mengenal dua istilah tersebut. Jika dirangkum dari seluruh dunia, sudah ada sebanyak 279 perusahaan startup yang menyabet gelar Unicorn. Perusahaan yang memiliki nilai valuasi besar, yaitu Ant Financial, Didi Chuxing, Airbnb, Uber, Palantir, Stripe, dan Pinterest. Sementara, salah satu perusahaan yang masuk dalam kategori Decacorn adalah Dropbox. Kini, sahamnya telah dibuka untuk umum dan mencapai valuasi minimum pada Maret tahun 2018 lalu. Tidak menutup kemungkinan juga jika perusahaan startup di Indonesia terus mengalami kenaikan valuasi. Pengertian Hectocorn Kedudukan Hectocorn dua level lebih tinggi daripada unicorn. Gelar ini ditujukan bagi perusahaan yang nilai valuasinya menyentuh nilai USD 100 miliar. Meski banyak perusahaan yang nilai valuasinya melebihi USD 100 miliar, namun gelar ini tidak bisa disandang. Itu karena, Hectocorn merupakan sebutan yang hanya berlaku pada perusahaan rintisan atau startup yang masih dalam tahap pengembangan. Di Indonesia sendiri masih belum ada perusahaan yang telah mencapai level Hectocorn. Sekarang, kamu jadi mengerti kan perbedaan istilah antara Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn? Memahami istilah dasarnya membuat kamu jadi tau sedikit banyak tentang startup dan skill yang perlu dikuasai. Belajar dan asah skillmu di IDS Digital College aja! Di sini, kamu diajarkan ilmu teori hingga praktik yang membuat mahasiswanya bisa terjun secara profesional. Enaknya lagi, di IDS Digital College kamu bisa mengambil program kerja sambil kuliah. Yuk, daftar segera!

Berkembangnya perusahaan rintisan atau yang dikenal dengan istilah startup, membuat banyak generasi milenial yang tergiur untuk berkarir di sana. Pekerjanya pun kebanyakan diisi oleh anak-anak muda atau fresh graduate. Tak sedikit juga yang kerja sambil kuliah untuk mengasah skill dan terjun secara profesional di bidangnya. Namun, bagi kamu yang masih asing dan tidak mengerti banyak tentang startup, ada beberapa istilah yang perlu untuk dipahami misalnya seperti Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn. Apasih perbedaannya? Simak buat cari tau, yuk!

Pengertian Unicorn

Unicorn merupakan istilah yang sering diberikan kepada perusahaan startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 140 triliun. Maksud dari valuasi adalah nilai ekonomi dari bisnis yang dijalankan perusahaan startup. Angka valuasi tersebut dijadikan ukuran terkait potensi bisnis perusahaan startup itu sendiri. 

Bagi yang belum terlalu paham akan dunia startup, istilah Unicorn masih dianggap asing. Padahal, sebutan semacam ini sudah muncul sejak tahun 2013 dan diperkenalkan oleh seorang venture capitalist bernama Aileen Lee. Beberapa perusahaan startup Indonesia yang masuk ke dalam golongan Unicorn, di antaranya: 

  • Tokopedia, nilai valuasi mencapai US$ 7 miliar dan diperoleh didapatkan pada Desember 2018
  • GO-JEK, nilai valuasi US$ 6.6 miliar yang diperoleh pada Agustus 2018
  • Traveloka, nilai valuasi US$ 2 miliar yang didapat pada Februari 2018
  • Bukalapak, nilai valuasi US$ 1,2 miliar yang didapat pada Februari 2018

Pengertian Decacorn

Istilah Decacorn diperuntukkan bagi perusahaan startup yang memiliki valuasi lebih dari US $ 10 miliar, yaitu 10 kali lipat lebih besar dari Unicorn. Saat ini, di Indonesia baru mengenal dua istilah tersebut. 

Baca Juga : Prospek Saham Startup Unicorn Jika Tercatat di Bursa, Tertarik Beli?

Jika dirangkum dari seluruh dunia, sudah ada sebanyak 279 perusahaan startup yang menyabet gelar Unicorn. Perusahaan yang memiliki nilai valuasi besar, yaitu Ant Financial, Didi Chuxing, Airbnb, Uber, Palantir, Stripe, dan Pinterest. Sementara, salah satu perusahaan yang masuk dalam kategori Decacorn adalah Dropbox. Kini, sahamnya telah dibuka untuk umum dan mencapai valuasi minimum pada Maret tahun 2018 lalu. Tidak menutup kemungkinan juga jika perusahaan startup di Indonesia terus mengalami kenaikan valuasi. 

Pengertian Hectocorn

Kedudukan Hectocorn dua level lebih tinggi daripada unicorn. Gelar ini ditujukan bagi perusahaan yang nilai valuasinya menyentuh nilai USD 100 miliar. Meski banyak perusahaan yang nilai valuasinya melebihi USD 100 miliar, namun gelar ini tidak bisa disandang. Itu karena, Hectocorn merupakan sebutan yang hanya berlaku pada perusahaan rintisan atau startup yang masih dalam tahap pengembangan. Di Indonesia sendiri masih belum ada perusahaan yang telah mencapai level Hectocorn. 

Sekarang, kamu jadi mengerti kan perbedaan istilah antara Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn? Memahami istilah dasarnya membuat kamu jadi tau sedikit banyak tentang startup dan skill yang perlu dikuasai. Belajar dan asah skillmu di IDS Digital College aja! Di sini, kamu diajarkan ilmu teori hingga praktik yang membuat mahasiswanya bisa terjun secara profesional. Enaknya lagi, di IDS Digital College kamu bisa mengambil program kerja sambil kuliah. Yuk, daftar segera!

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat