Fitur Terbaru Google Maps: Live View Google Maps, Informasi Update Tentang Restoran Dan Bisnis - IDS Digital College

Fitur Terbaru Google Maps: Live View Google Maps, Informasi Update Tentang Restoran Dan Bisnis

Pada konferensi pengembang I/O 2021 beberapa waktu lalu, Google mengumumkan banyak fitur baru untuk Google Maps. Salah satunya adalah pengembangan fitur Live View yang praktis dengan navigasi rute yang lebih akurat melalui augmented reality. Wah, Kedengarannya sangat berguna untuk menjelajahi tujuan baru dari jarak jauh. Fitur ini sebelumnya telah diluncurkan di beberapa wilayah tertentu pada Agustus 2020 dan akan mulai diluncurkan di 50 kota lagi, termasuk Berlin, São Paulo, dan Seattle pada akhir 2021 nanti. Untuk pembaruan Live View, Google Maps memanfaatkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menunjukkan kepada pengguna jika mereka bertemu penghalang di jalan, seperti trotoar dan penyeberangan, saat merencanakan rute mereka. Dengan kecanggihan tersebut, diharapkan fitur baru ini dapat membantu pejalan kaki untuk merencanakan rute yang paling akomodatif. Selain itu, fitur ini juga diklaim sangat bermanfaat untuk orang-orang yang menggunakan stroller atau kursi roda. Dengan berbagai pembaruan yang diterapkan Google Maps untuk Live View, memungkinkan para pengguna dapat menelusuri jalan yang penuh dengan restoran menarik dari jarak jauh saat liburan, melihat tempat mana yang ramai, dan bahkan melihat beberapa gambar hidangan atau ulasan terbaru. Selain itu, Live View juga sekarang memiliki penanda yang lebih baik untuk jalan-jalan dengan persimpangan yang kompleks ataupun saat berada di area indoor. Dikutip dari Blog Google, Live View Indoor berguna saat kamu berada di bandara atau stasiun. Fitur ini akan membantu pengguna menemukan lift dan eskalator terdekat, gerbang, peron, tempat pengambilan bagasi, konter check-in, meja tiket, toilet, ATM, dan lainnya dengan panah dan petunjuk arah yang ditampilkan di Live View. Google Maps juga menaruh perhatian lebih kepada hal-hal yang lebih personal, misalnya jika kamu membuka aplikasi Google Maps di pagi hari, maka aplikasi ini akan menunjukkan lebih banyak tempat untuk minum kopi. Sedangkan di malam hari, Google Maps dapat menunjukkan tempat makan malam dengan penerangan lilin untuk dua orang. Peningkatan yang lebih ambisius dari Maps terkait penggunaan AI untuk mengidentifikasi dan memperkirakan "peristiwa pengereman keras" saat kamu berada di dalam mobil. Anggap saja seperti peringatan lalu lintas yang dikeluarkan oleh aplikasi navigasi berdasarkan data yang dikumpulkan dari banyak pengguna. Namun, alih-alih hanya kemacetan lalu lintas, Google Maps akan mencoba mengidentifikasi "situasi yang lebih sulit didefinisikan yang menyebabkan kamu mungkin akan menginjak rem, seperti perubahan jalur yang membingungkan atau jalan bebas hambatan." Google sendiri mengatakan jika teknologinya mampu untuk menghilangkan lebih dari 100 juta peristiwa pengereman keras di rute yang digerakkan dengan Google Maps setiap tahun dengan memberi pengguna informasi awal ketika tahu peristiwa semacam itu ada di depan mata. Berbagai aplikasi terus berusaha untuk meningkatkan kualitasnya, mengingat persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan startup yang terus berkembang. Di era digital seperti saat ini, orang-orang pun kian tertarik untuk mendalami ilmu terkait startup dan bagaimana cara kerjanya. Kamu bisa ikut mempelajarinya dengan mengikuti kursus singkat atau ikut kuliah kelas karyawan di Jakarta dari IDS Digital College. Kuliah kelas karyawan di IDS Digital College jadi tempat yang cocok untuk kamu mengembangkan diri supaya bisa meningkatkan skill dalam dunia kerja. IDS Digital College juga punya program ekstensi D3 ke S1, untuk kamu yang ingin mendapat gelar sarjana tanpa perlu mengulang dari awal.

Pada konferensi pengembang I/O 2021 beberapa waktu lalu, Google mengumumkan banyak fitur baru untuk Google Maps. Salah satunya adalah pengembangan fitur Live View yang praktis dengan navigasi rute yang lebih akurat melalui augmented reality. Wah, Kedengarannya sangat berguna untuk menjelajahi tujuan baru dari jarak jauh.

Fitur ini sebelumnya telah diluncurkan di beberapa wilayah tertentu pada Agustus 2020 dan akan mulai diluncurkan di 50 kota lagi, termasuk Berlin, São Paulo, dan Seattle pada akhir 2021 nanti. Untuk pembaruan Live View, Google Maps memanfaatkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk menunjukkan kepada pengguna jika mereka bertemu penghalang di jalan, seperti trotoar dan penyeberangan, saat merencanakan rute mereka. Dengan kecanggihan tersebut, diharapkan fitur baru ini dapat membantu pejalan kaki untuk merencanakan rute yang paling akomodatif. Selain itu, fitur ini juga diklaim sangat bermanfaat untuk orang-orang yang menggunakan stroller atau kursi roda.

Dengan berbagai pembaruan yang diterapkan Google Maps untuk Live View, memungkinkan para pengguna dapat menelusuri jalan yang penuh dengan restoran menarik dari jarak jauh saat liburan, melihat tempat mana yang ramai, dan bahkan melihat beberapa gambar hidangan atau ulasan terbaru. Selain itu, Live View juga sekarang memiliki penanda yang lebih baik untuk jalan-jalan dengan persimpangan yang kompleks ataupun saat berada di area indoor. Dikutip dari Blog Google, Live View Indoor berguna saat kamu berada di bandara atau stasiun. Fitur ini akan membantu pengguna menemukan lift dan eskalator terdekat, gerbang, peron, tempat pengambilan bagasi, konter check-in, meja tiket, toilet, ATM, dan lainnya dengan panah dan petunjuk arah yang ditampilkan di Live View.

Google Maps juga menaruh perhatian lebih kepada hal-hal yang lebih personal, misalnya jika kamu membuka aplikasi Google Maps di pagi hari, maka aplikasi ini akan menunjukkan lebih banyak tempat untuk minum kopi. Sedangkan di malam hari, Google Maps dapat menunjukkan tempat makan malam dengan penerangan lilin untuk dua orang.

Baca Juga : Perbedaan Antara Google Maps dan Waze, Mana yang Paling Canggih?

Peningkatan yang lebih ambisius dari Maps terkait penggunaan AI untuk mengidentifikasi dan memperkirakan “peristiwa pengereman keras” saat kamu berada di dalam mobil. Anggap saja seperti peringatan lalu lintas yang dikeluarkan oleh aplikasi navigasi berdasarkan data yang dikumpulkan dari banyak pengguna. Namun, alih-alih hanya kemacetan lalu lintas, Google Maps akan mencoba mengidentifikasi “situasi yang lebih sulit didefinisikan yang menyebabkan kamu mungkin akan menginjak rem, seperti perubahan jalur yang membingungkan atau jalan bebas hambatan.” Google sendiri mengatakan jika teknologinya mampu untuk menghilangkan lebih dari 100 juta peristiwa pengereman keras di rute yang digerakkan dengan Google Maps setiap tahun dengan memberi pengguna informasi awal ketika tahu peristiwa semacam itu ada di depan mata.

Berbagai aplikasi terus berusaha untuk meningkatkan kualitasnya, mengingat persaingan yang semakin ketat di antara perusahaan startup yang terus berkembang. Di era digital seperti saat ini, orang-orang pun kian tertarik untuk mendalami ilmu terkait startup dan bagaimana cara kerjanya. Kamu bisa ikut mempelajarinya dengan mengikuti kursus singkat atau ikut kuliah kelas karyawan di Jakarta dari IDS Digital College. Kuliah kelas karyawan di IDS Digital College jadi tempat yang cocok untuk kamu mengembangkan diri supaya bisa meningkatkan skill dalam dunia kerja. IDS Digital College juga punya program ekstensi D3 ke S1, untuk kamu yang ingin mendapat gelar sarjana  tanpa perlu mengulang dari awal.

Posted in: News


error

Enjoy this blog? Please spread the word :)

WhatsApp chat